Sidak Duktang di Nusa Penida Delapan Warga Jember Terciduk

Kamis, 19 November 2020 : 10.55

Semarapura - Delapan pendatang asal Kabupaten Jember Jawa Timur terjaring dalam operasi yustisi petugas di Nusa Penida Kabupaten Klungkung Bali.

Di tengah pandemi Covid 19 melanda dunia di Kecamatan Nusa Penida, namun tetap menjadi magnet bagi para pendatang untuk mengais rejeki. Semenjak dibukanya pelabuhan mobilisasi masyarakat silih datang dan pergi menuju Nusa Penida.

Pemerintah Kecamatan Nusa Penida bersama Pemerintah Desa Batununggul menggelar sidak inspeksi mendadak atau Sidak menyasar penduduk pendatang, Selasa (17/11/2020).

Desa Batununggul notabane pusat pemerintahan dan ekonomi arus mobilisasi tinggi penertiban administrasi kependudukan khususnya bagi pendatang. Kasi Trantib Kecamatan Nusa Penida I Dewa Nyoman Sujana menyampaikan hal itu kepada wartawan, Rabu (18/11/2020).

Dirinya menyampaikan kegiatan sidak dilakukan guna menertibakan dan memantau keberadaan masyarakat terutama bagi mereka yang pendatang. Sesuai dengan Perda Nomor 3 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan.

Dari hal tersebut disamping memantau masyarakat dalam situasi pandemic, Tim Sidak dibantu Bhabinsa, Bhabinkamtibmas serta aparat Desa Batununggul menyisir keberadaan penduduk pendatang.

Alhasil, sidak tersebut membuahkan hasil dimana terciduk delapan warga asal Jember, Jawa Timur.

Dari hasil pemeriksaan, delapan warga yang terjaring sudah memiliki surat keterangan lapor diri tetapi masa berlakunya mati. Sujana mengarahkan kepada delapan warga tersebut segara melengkapi administrasi.

“Delapan warga ini bekerja sebagai buruh bangunan. Kami mengimbau kepada mereka untuk mengurus kembali administrasi,“ ujar Sujana. Sujana meminta kepada pemilik proyek yang lainnya agar selalu melaporkan pekerja di Kantor desa setempat.

Camat Nusa Penida, I Komang Widyasa Putra menyampaikan memasuki New Normal mobilisasi warga dibuka ketika pelabuhan melakukan aktivitas penyeberangan. Situasi dibuka pelabuhan tidak membendung kehadiran masyarakat khususnya warga pendatang untuk datang.

Administrasi yang lengkap, tujuan yang jelas bekerja dimana jadi itu yang diharapkan bagi warga pendatang. Ia juga mengajak warga ikut berpartisipasi mengawasi warga pendatang jika menemukan segara melaporkan ke kantor desa setempat.

“Kita tetap memberikan pengawasan yang ketat jika warga tersebut khususnya pendatang tidak melengkapi indentitas dan tujuan yang jelas kita kembalikan dearah asalnya, “ tegasnya seraya mengingatkan agar juga mentaati prokes. (nik)

Bagikan Artikel

Rekomendasi