RUU Larangan Mikol, Wabup Kasta Terus Semangati Petani Arak

Sabtu, 21 November 2020 : 05.57
Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta terus menyemangati petani arak tradisional/ist

Semarapura - Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta terus menyemangati petani arak tradisional agar mereka tetap bisa bekerja dan tidak kehilangan pekerjaan.

Kasta menyampaikan itu, saat meninjau proses produksi petani arak tradisional Ni Nengah Puspawati (32) di Desa Besan Kanginan, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Jumat (20/11/2020).

Tinjauan Wabup tersebut untuk memberikan rasa semangat kepada petani arak yang telah menekuni produksinya ini selama 17 tahun. "Tetap jaga semangat yang tinggi, meskipun ada Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang larangan minuman beralkohol (minol).

"Semoga Pemerintah Pusat kedepan masih bisa memberikan kebijakan, agar masyarakat tidak kehilangan pekerjaannya," ujar Wabup Kasta didampingi Camat Dawan Dewa Widiantara.

Wabup Kasta juga mengaku merasa perihatin setelah melihat alat-alat produksi yang semuanya digunakan masih memakai bahan-bahan tradisional seperti kayu bakar dan kompor ciri khas di Bali yakni (Jalikan).

Pihaknya berharap pemerintah pusat, bisa benar-benar  memberikan solusi yang terbaik agar mereka tidak sampai kehilangan mata pencaharian yang selama ini menjadi pekerjaan utama.

Salah satu petani arak tradisional Ni Nengah Puspawati mengatakan proses produksi araknya itu sudah berjalan selama 17 tahun. Selama satu hari bisa menghasilkan 5 botol dan tiga hari bisa menghasilkan hingga 15 botol. Harga yang 15 persen Rp 15.000 ribu sedangkan 20 persen Rp. 20.000 ribu.

Para pelanggannya tidak berasal dari daerah Klungkung saja, tetapi ada yang dari Tampaksiring, Sanur hingga Tabanan. Produksi arak tradisional ini memang manjadi pekerjaan utama, selain membuat canang atau proyek bangunan.

Setelah mengetahui informasi belakangan ini tentang Rancangan Undang-Undang (RUU) larangan minuman beralkohol (minol) pihaknya sangat berharap Pemerintah bisa memberikan kebijakan agar kedepan tidak kehilangan mata pencaharian sehari-hari, apalagi situasi saat ini masih pendemi Covid-19.

"Semoga Pemerintah Pusat bisa memberikan kebijakan dan solusi agar kami tidak kehilangan mata pencaharian sehari-hari," ujar ibu dua orang anak ini.(rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi