Pertamina Siarkan Pentas Abirama Budaya Bengkala dalam Jaringan

Minggu, 01 November 2020 : 21.14

Buleleng – Pertamina melalui Marketing Region Jatimbalinus melaksanakan kegiatan seni Panggung Virtual Abirama Budaya Bengkala, panggung virtual diadakan pada Hari Minggu (1/11/2021).

Pada kali pertama, ragam tari yang dipertunjukkan adalah tari khas Kolok Bengkala yaitu Tari Jalak Anguci dan Tari Bebila serta pertunjukan seni tradisional Bali, Sekaa Genjek Bondres Bengkala.

Tanpa terkecuali dirasakan oleh kelompok masyarakat inklusi Desa Bengkala, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, yang tergabung dalam Kawasan Ekonomi Masyarakat (KEM) Bengkala.

Didominasi oleh penyandang kolok atau tuli, kelompok ini sangat merasakan dampak pandemi COVID-19.

Roda perekonomian yang biasanya didorong dari penjualan produksi produk-produk yang mereka hasilkan seperti tenun, dupa dan inka (piring khas Bali) kini terhambat karena turunnya serapan produk hasil karya mereka.

Ketua Paguyuban Kolok, Ketut Kanta menjelaskan, dalam kesehariannya warga di Desa Bengkala membuat batik, menenun bahkan memproduksi jamu.

"Jika hari biasa produk buatan warga Desa Bengkala dititip ke toko-toko souvenir atau ke wisatawan yang berkunjung ke desa ini,” ujarnya.

Kanta menambahkan, warga Desa bengkala paling kena dampak karena pandemi ini, apalagi kalau ada tamu asing datang, mereka (turis) pasti memborong produk warga sini.

Sejak pandemi ini turis ke Bali sangat sedikit, bahkan tak ada kunjungan wisatawan internasional, otomatis pendapatan warga Desa Bengkala menurun juga.

Terlebih lagi, dampak yang dirasakan oleh para seniman penari di KEM Bengkala yang kehilangan panggung pementasan semenjak pandemi melanda.

Warga Desa Bengkala yang juga aktif berkesenian, biasanya, kolok melakukan pertunjukan tari dalam berbagai acara di tingkat lokal bahkan nasional. Hal ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke KEM Bengkala.

Namun, pandemi yang belum dapat dipastikan kapan akan berakhir, memberikan dampak bagi impian mereka untuk tetap eksis melalui bakat seni tari yang dimilikinya.

Tidak mempersoalkan keterbatasan fisik yang dimiliki, kelompok Binaan Program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina (Persero) Depot Pengisian Pesawat Udara Bandara Ngurah Rai ini terus berupaya bertahan di tengah pandemi.

Selain terus berupaya menggerakkan penjualan hasil produksi, pelestarian budaya khusunya kesenian tari warga Desa Bengkala juga terus diupayakan. (riz)

Bagikan Artikel

Rekomendasi