Penanganan Sampah di Denpasar Kuncinya Pemilahan di Hulu

Sabtu, 14 November 2020 : 19.00
Calon Wali Kota Denpasar Gede Ngurah Ambara Putra saat bertemu Pasemetonan Veteran Big Famil Denpasar di Posko Amerta Denpasar Sabtu (14/11/2020)/ist

Denpasar - Permasalahan sampah di Kota Denpasar tidak kunjung selesai meskipun sejatinya yang menjadi kunci terletak bagaimana masyarakat sadar untuk melakukan pemilahan antara organik dan anorganik.

Persoalan sampah di Kota Denpasar sebagai Ibu Kota Provinsi Bali dan tujuan parwisata menjadi prioritas yang harus dipecahkan pemerintah secepatnya.

Calon Wali Kota Denpasar Gede Ngurah Ambara Putra menyampaikan itu saat bertemu Pasemetonan Veteran Big Famil Denpasar di Posko Amerta Denpasar, Sabtu (14/11/2020).

Dalam pertemuan yang dihadiri tokoh Partai Golkar Oka Mahendra, banyak pertanyaan disampaikan mulai harapan adanya perubahan di Kota Denpasar, masalah sampah, pendidikan, kesehatan hingga UMKM yang terdampak pandemi Covid-19.

"Kami ingin masalah sampah bisa secepatnya diatasi," ucap pemuda yang hadir dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Mendengar aspirasi pemuda, Ambara mengakui persoalan sampah menjadi salah satu perhatiannya jika kelak dipercaya memimpin, apalagi Denpasar sebagai Ibu Kota Provinsi Bali.

Menurutnya, masalah sampah sejatinya bisa diselesaikan jika dibenahi dari hulu atau rumah tangga sebagai penghasil baik sampah organik maupun anorganik. Di setiap rumah bisa disiapkan tempat tong sampah sehingga memudahkan pemilahan dan pengangkutan.

"Saya lihat di Sanur sudah bagus, dipilah organik dan anorganik, itu bisa diolah jadi pupuk organik, jadi nanti residu saja yang turun, residu itu 30 persen dari sampah," tutur Ambara yang berpasangan dengan Made Bagus Kertha Negara di Pilwali 2020.

Untuk memudahkan pengambilan sampah bisa diatur jam atau jadwalnya dengan baik sehingga memudahkan masyarakat.

Ambara melanjutkan, yang ada selama ini sampah dibuang campur aduk tidak ada pemilahan sehingga menumpuk seperti yang terlihat di TPA Mandung yang sudah over kapasitas.

Selain itu, Pemerintah Kota Denpasar sebagai pemilik wilayah, mestinya bisa mengambil inisiatif untuk penanganan sampah dengan mengundang investor.

"Tinggal dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Bali, maka saya yakin masalah sampah bisa diselesaikan secepatnya, supaya semua bisa diberdayakan," katanya menambahkan.

Putu Oka Mahendra Anggota Dewan dari Partai Golkar mengatakan dirinya mendampingi relawan sebagian dari Karangasem yang menyampaikan masalah pendidikan dan kesehatan, fasilitas umum kurang memadai ini yang menjadi permasalahan krusial kota Denpasar.

Selaku Pembina Veteran Big Family dalam sambutannya, Oka menyampaikan visi-misi dari Paslon AMERTA sudah tepat dan sangat matang. Dirinya mengharapkan apa yang menjadi program kerja Paslon AMERTA betul-betul dirasakan oleh masyarakat Kota Denpasar nantinya.

"Apa yang disampaikan Ngurah Ambara melalui Visi-Misi-nya sudah terhitung dan sudah dimatangkan beserta tim," kata Oka Mahendra yang juga sebagai Sekretaris DPD Golkar Kota Denpasar.

"Kalupun banyak penduduk pendatang di Denpasar Barat, kami siap mendukung paslon nomor urut 2," imbuhnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi