Pedagang di Denpasar Ingin Perubahan Agar Perekonomian Kembali Normal

Selasa, 03 November 2020 : 13.57
Saat memulai aktivitas pasar rakyat, pedagang dan pembeli menyambut kedatangan pasangan Amerta dan relawan di Pasar Sari Pedungan dan Pasar Rakyat Pedungan, Denpasar Selatan, Selasa (3/11/2020)/ist.

Denpasar - Semangat perubahan yang digelorakan calon Wali Kota Denpasar Gede Ngurah Ambara Putra dan calon Wakil Wali Kota Denpasar Made Bagus Kertanegara atau pasangan Amerta mendapat sambutan positif para pedagang yang menginginkan perubahan situasi menuju lebih baik sehingga perekonomian kembali bergerak normal.

Saat memulai aktivitas pasar rakyat, pedagang dan pembeli menyambut kedatangan pasangan Amerta dan relawan di Pasar Sari Pedungan dan Pasar Rakyat Desa Pedungan, Denpasar Selatan, Selasa (3/11/2020) pagi.

Dengan sapaan dan komunikasi hangat pasangan nomor urut 2 di Pilwali Kota Denpasar, menjadikan suasana saat pembagian masker tampak akrab dan cair.

Setelah melihat dan menyapa langsung pedagang yang menyampaikan aspirasi, Ambara menegaskan bahwa mereka menginginkan perubahan situasi yang lebih baik lagi.

"Saya kira, beberapa pasar perlu direvitalisasi, ada yang sudah bagus, contohnya sistem PAD perlu komputerisasi supaya terintegrasi supaya transparan," terangnya.

Para pedagang meyampaikan kesulitan saat pandemi ini, dengan merosotnya omzet penjualan. Tentu, mereka berharap para pemimpin di Kota Denpasar, bisa membangkitkan kembali perekonomian.

Bahkan, mereka mengaku jika kondisi merosotnya omzet, atau lesunya perekonomian berlangsung lama, tidak akan bisa bertahan dalam satu tahun ke depan. Tentu saja, bantuan stimulus, subdisi kepada masyarakat seperti pedagang mesti digencarkan agar uang beredar bisa lebih banyak.

Pihaknya juga melihat, lingkungan pasar yang perlu direvitalisasi, mungkin karena sudah ada pasar setiap desa, sehingga akan lebih baik lagi jika penjualannya memanfaatkan teknologi seperti e-Market atau digital market.

Hal itu perlu dilakukan untuk memberikan kemudahan pembeli dan penjual dalam memasarkan produknya. Pemerintah Kota Denpasar diharapkan membantu membuatkan Cloud Market, atau e-Market sehingga transaksi akan lebih sering dilakukan masyarakat dan lebih mudah dalam pelayanan.

Di pihak lain, saat ini di Bali mengalami deflasi karena dampak pandemi Covid-19 dimana produk lebih banyak dibanding permintaan. Karena itu, dengan sentuhan teknologi digital dan stimulus pemerintah pada gilirannya bisa menormalkan kembali ekonomi.

Diharapkan, agar gejolak kenaikan harga tidak terlalu keras karena akan berdampak negatif terhadap kehidupan masyarakat.

Kata Ambara, dengan e-Market, maka data-data dalam pasar, menjadi lebih akurat, lebih mudah untuk netralkan harga pasar.

"Tadi saya lihat pedagang berharap ada perubahan dan pembaharuan, sehingga ekonomi bisa kembali normal," tutup Ambara. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi