KPU Dukung Cek Fakta AMSI di Debat Kandidat dan Pilkada

Rabu, 11 November 2020 : 23.00
Menurut Lidartawan, apa yang diinisiasi AMSI memberi makna cukup bagus, yang bisa digunakan pertimbangan pemilih saat Pilkada. Ini menjadi record yang bagus untuk diingatkan kepada pemilih tentang janji-janji kandidat selama kampanye/ist.

Denpasar - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendukung rencana Cek Fakta yang digagas Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Bali dalam perhelatan Pilkada Serentak.

Dukungan itu disampaikan Ketua KPU Bali Dewa Agung Gede Lidartawan saat bertemu Ketua AMSI Bali Nengah Muliarta bersama Koordinator Cek Fakta AMSI Bali, Rohmat serta perwakilan Tim Cek Fakta lainnya Rofiqi Hasan dan Candra Wibawa.

Menurut Lidartawan, apa yang diinisiasi AMSI memberi makna cukup bagus yang bisa digunakan pertimbangan pemilih saat Pilkada. Ini menjadi record yang bagus untuk diingatkan kepada pemilih tentang janji-janji kandidat selama kampanye.

"Walaupun kita punya data rekamannya, tetapi kalau tidak ada yang mengingatkan, tidak ada masyarakat yang tahu," ucapnya., Rabu (11/12/2020).

Langkah ini dipandang bagus, dan media-media lainnya sebagai bagian dari check and balance setelah kandidat nanti menjabat.

Demikian juga, hal itu juga bisa dijadikan masukan, seberapa kemampuan para kandidat dalam menguasai masalah. Korelasi kemampuan debat, juga, seberapa kemampuan kandidat terhadap korelasi pertanyaan dan jawabannya.

Jadi, masyarakat perlu mengetahui kualitas para pemimpinnya.

Sebab, dari sana akan diketahui, penguasaan masalah, misalnya saat kandidat diminta menanggapi kemudian malah bertanya ke kandidat laiannya. Jadi, harus ada informasi lainnya dari cek fakta yang tersaji kepada publik.

"Saya apresiasi, silakan dilanjutkan, mudah-mudahan dengan cek fakta ini bermanfaat untuk kita, bisa menaikkan kualitas demokrasi kita," tegas mantan Ketua KPU Bangli ini.

Masyarakat nantinya bisa memanfaatkan data-data atau informasi yang disajikan dari Cek Fakta, sehingga bisa mengetahui fakta yang sebenarnya.

"Yang penting itu semua berdasar fakta, kita analisis bukan mengawang, ada fakta yang terjadi, setuju saya, yang pasti hasilnya lebih fantastis," tandasnya.

Sementara Ketua AMSI Bali Muliarta mengatakan, pihaknya ingin melalui Cek Fakta, memberikan verifikasi yang lebih faktual kepada masyarakat. "Ini loh, calon atau kandidatnya mengungkapkan sesuatu namun di lapangan ini loh datanya," imbuhnya.

Pada moment Pilkada Serentak ini, AMSI Bali berencana menggelar Cek Fakta Debat Kandidat dan Pilkada 9 Desember 2020, yang melibatkan sekira 20 fact checker atau pemeriksa fakta yang sebelumnya telah mengikuti Pelatihan Cek Fakta yang digelar 6-8 November 2020, yang mendapat dukungan Google News Initiative. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi