Kematian Akibat Covid-19 Menurun, Satgas Pusat Apresiasi Bali

Sabtu, 07 November 2020 : 00.00
Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Made Rentin selaku Sekretaris Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali/ist

Denpasar - Bersama 12 provinsi lainnya di Indonesia, Bali yang sebelumnya menjadi prioritas tanggap pandemi Covid 19, saat ini perkembangan penanganannya berangsur – angsur hasilnya menuju pemulihan membaik.

Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Made Rentin selaku Sekretaris Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 Provinsi Bali mengutip pernyataan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid – 19 Pusat Prof. Wiku Adisasmito, dalam siaran persnya, Jumat (6/11/2020).

Rentin menjelaskan, hasil evaluasi penanganan yang positif tersebut didasarkan pada kemampuan pengendalian penambahan kasus dan tingkat kematian mingguan.

Untuk Bali sendiri pada perbandingan periode 19 – 25 Oktober 2020 vs 26 Oktober – 1 November 2020 berdasarkan data yang ada tingkat kematian mingguannya mengalami penurunan.

Apresiasi diberikan pada provinsi yang berhasil menurunkan penambahan kasus dan kematian mingguan. Seperti Aceh (-67,5%), Riau (-32,6%) dan Bali (-32,5) berhasil menurunkan pertambahan kasus positif.

"Sedangkan Jawa Barat (-65%), Bali (-34,6%) dan DKI Jakarta (-19,7%) berhasil menurunkan pertambahan angka kematian,” ujar Rentin.

Data ini menunjukkan secara umum, 13 provinsi prioritas sudah mampu mengendalikan penambahan kasus positif mingguan. Namun hal yang masih menjadi tantangan besar adalah mengendalikan penambahan kasus kematian mingguan.

"Upayakan penanganan sejak dini pasien Covid-19, supaya potensi kesembuhan menjadi lebih tinggi,” ungkapnya.

Di samping itu jika dilihat perkembangan kasus kumulatif sejak awal pandemi hingga saat ini, beberapa provinsi mengalami perkembangan yang bervariasi.

Pada tren kasus kematian, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua, Aceh dan Sumatera Barat menunjukkan tren penunuran persentase kasus meninggal.

Untuk Bali jika menilik dari medio 27 September yang semula hanya 2,97% menjadi 3,29% pada 1 November, tetap harus mendapat perhatian.

Meskipun lebih banyak yang mengalami penurunan, namun tren kasus kematian tetap menjadi perhatian utama hingga tidak ada kematian sama sekali.

Jadi Provinsi harus tetap meningkatkan angka testing (pemeriksaan) dan tracing (pelacakan) harian, karena merupakan solusi untuk menekan persentase kematian.

Disamping juga masyarakat harus tetap waspada dan taat akan protokol kesehatan, serta dimohon segera memeriksakan diri jika mengalami gejala Covid-19, agar penanganan dapat dilakukan sejak dini dan meningkatkan kesembuhan,” pungkasnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi