Gelar Pelatihan Cek Fakta, AMSI Bali Tingkatkan Literasi Informasi

Sabtu, 07 November 2020 : 16.54
Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Bali menggelar Pelatihan Cek Fakta 6-8 November secara daring atau webinar/Kabarnusa

Denpasar - Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Bali menggelar Pelatihan Cek Fakta selain untuk membekali kemampuan jurnalis dalam memverifikasi informasi berdasar fakta juga meningkatkan literasi informasi kepada masyarakat.

Selama tiga hari Jumat-Minggu 6-10 November 2020, sebanyak 28 peserta terdiri dari jurnalis, pengelola media siber hingga pemimpin redaksi, mengikuti pelatihan secara daring atau webinar. 

Acara dibuka Koordinator AMSI Wilayah Jateng, DIY, Jatim, Bali dan NTB Suwarmin yang dipandu trainer Cek Fakta Reinardho Sinaga dan Ketua AMSI Bali I Nengah Muliarta.

Saat menyampaikan sambutan mewakili AMSI Pusat, Suwarmin menekankan pentingnya cek fakta yang mesti dikuasasi jurnalis atau pengelola media di tengah derasnya arus informasi khususnya di media sosial.

"Masyarakat banyak mengkonsumsi informasi di media sosial yang belum tersaring kebenaran dan faktanya," ujar Pemimpin Redaksi Solopos.com itu.

Tentu saja, hal itu menjadi tantangan berat bagi media siber yang berpegang kepada Kode Etik Jurnalistik (KEJ), dalam menyajikan produk jurnalistik atau berita ke masyarakat. 

Dia mencontohkan, menjelang hajatan pemilu seperti Pilkada Serentak ini, beredar banyak foto, kabar atau informasi yang tak jarang mengandung satire, disinformasi, misinformasi hingga hoaks yang bisa membahayakan, karena berpotensi menimbulkan ketegangan atau konflik di masyarakat akibat termakan informasi yang tidak terverifikasi kebenaranya.

Pihaknya berharap, setelah mengikuti pelatihan ini, pengelola media siber menerapkan, mempraktekkan dalam memverifikasi setiap informasi ke dalam media masing-masing, agar masyarakat mendapat suguhan informasi berdasar fakta.

Trainer bersertifikat Google, Reinardho memaparkan pengetahuan dasar model dan tools kepada peserta, untuk melakukan verifikasi dalam melawan disinformasi, misinformasi seperti isu-isu pilkada.

Hal itu penting, karena jangan sampai media turut menjadikan isu-isu atau informasi yang tidak benar di media sosial atau akun-akun lainnya, sebagai bahan berita.

"Saya harapkan teman-teman media di AMSI, bisa mengecek fakta, menjalankan verifikasi terhadap setiap informasi dengan tools yang tersedia di internet seperti google, secara benar," tuturnya.

Menurut Edo, sapannya, banyaknya masyarakat yang termakan hoaks atau informasi menyesatkan dan lainnya, menunjukkan masih lemahnya literasi di masyarakat sehingga litermasi media harus terus dilakukan lebih luas.

Pemimpin Redaksi Kabarnusa.com Rohmat menyambut baik pelatihan ini dalam membekali kemampuan jajarannya di redaksi dalam melakukan pengecekan setiap informasi atau berita yang kemudian menjadi viral di masyarakat.

"Media bertanggungjawab dalam memberikan informasi kepada masyarakat sesuai fakta sebenarnya, bagaimana membangun nalar kritis masyarakat agar tidak termakan seperti isu atau konten menyesatkan atau misleading," tegasnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi