Denda Pelanggar Prokes Tanpa Masker di Karangasem Terkumpul Rp7 Juta

Rabu, 04 November 2020 : 18.52
Dana yang terkumpul dari 70 orang pelanggar ini hanya segelintir dari seluruh pelanggar yang terjaring mencapai 323 orang,/ist

Semarapura - Satpol PP Klungkung sebagai pelaksana Tim Yustisi menindak warga yang melanggar protokol kesehatan telah berhasil mengumpulkan dana total hingga Rp 7 juta.

Dana yang terkumpul dari 70 orang pelanggar ini hanya segelintir dari seluruh pelanggar yang terjaring mencapai 323 orang, ditegaskan Kasatpol PP KLungkung Putu Suarta,SH ketika ditemui, Rabu (04/11/2020).

Menurut Kasatpol PP dan Damkar Klungkung I Putu Suarta lebih jauh mengungkapkan selama sebulan pihaknya telah melakukan operasi ketaatan protokol kesehatan di empat kecamatan di Kabupaten Klungkung dari awal Oktober hingga akhir 31 oktober terjaring 59 orang pelanggar.

Sedangkan pada tanggal 2 nopember terjaring 1 orang dan tanggal 4 Nopember terjaring 10 orang.

“Dari total jumlah pelanggar yang dikenai denda sebanyak 70 orang, dengan denda total sebesar Rp 7 Juta, itu semua disetorkan ke Kas Negara,” ujar Pria yang juga menjabat Ketua PHDI Klungkung ini tegas.

Dari data Pelanggaran penggunaan masker menjadi pelanggaran paling banyak yang ditemukan petugas di lapangan seperti tidak menggunakan masker atau menggunakan masker tidak benar hanya sampai didagu.

"Pelanggaran penggunaan masker ini telah kita tindak dengan sanksi teguran tertulis dan pembinaan 263 orang serta 70 orang sanksi denda masing-masing Rp 100 ribu," Ujar Putu Suarta lebih rinci.

Total dana denda sanksi yang telah terkumpul hingga saat ini mencapai Rp 7 juta. Dana tersebut menurut Putu Suarta seluruhnya disetorkan ke khas daerah masuk ke pendapatan lain-lain yang sah.

Putu Suarta mengaku dalam melakukan operasi Satpol PP berusaha mengedepankan pembinaan untuk masyarakat yang kedapatan memakai masker tidak benar diberikan pembinaan dan teguran tertulis, namun masyarakat yang sama sekali tidak membawa masker akan dikenakan hukuman denda sebesar Rp 100 ribu sesuai dengan Pergub 46 tahun 2020 dan Perbup 66 tahun 2020.

Meski begitu pihaknya tetap memberikan keringanan terhadap orang tua yang pikun dan orang tidak mampu.

"Untuk orang tua yang pikun-pikunan kita berikan teguran tertulis dan pembinaan. Sementara yang tidak mampu membayar karena tidak memiliki uang kita kenakan sanksi sosial seperti menyapu atau push up di tempat," ujarnya memastikan.

Putu Suarta berharap dengan langkah tegas yang diterapkan Satpol PP Klungkung dapat meningkatkan kedisplinan warga mentaati protokol kesehatan, dan operasi ketaatan protokol kesehatan ini tetap dilakukan setiap hari di seluruh kecamatan.

"Uang denda yang terkumpul tersebut Tidak bisa digunakan langsung. Harus disetorkan ke khas daerah menjadi pendapatan daerah,” pungkasnya Roni. (lif)

Bagikan Artikel

Rekomendasi