Cegah Stunting, KKP Gelar Webinar Pentingnya Konsumsi Ikan Bagi Anak

Selasa, 17 November 2020 : 12.12
Dalam webinar seri ke-2 menyambut Hari Ikan Nasional bertajuk “Gini Nih Caranya Agar Anak Suka Ikan” pada Jumat, 13 November 2020, Ditjen PDSPKP mengajak 1.000 peserta yang didominasi kaum perempuan untuk bersama-sama mengedukasi pentingnya ikan bagi anak-anak.

Jakarta - Kandungan gizi ikan, sangat-sangat relevan untuk mendukung program pencegahan stunting, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti mengurai keunggulan ikan untuk mencegah stunting atau kerdil akibat kekurangan gizi kronis yang masih mengintai anak Indonesia.

Keunggulan tersebut diantaranya mengandung asam lemak Omega 3 tinggi untuk perkembangan mata, otak, dan jaringan syaraf serta memiliki komposisi asam amino lengkap.

"Sehingga mudah dicerna dan diserap tubuh, serta sumber vitamin D dan Kalsium bagi pertumbuhan tulang,” ujar Dirjen PDSPKP, Artati Widiarti di Jakarta, Minggu (15/11). Artati mengingatkan jajarannya untuk terus berbenah untuk mendukung penurunan stunting.

Meski pada tahun 2019 prevalensi stunting turun menjadi 27,67% dari 30,8% pada tahun 2018 (Survei Status Gizi Balita Indonesia, 2019), namun angka ini masih diatas angka toleransi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu 20%.

"Angka prevalensi stunting ini berpotensi meningkat dengan adanya pandemi Covid-19 di Indonesia yang berdampak pada sosial dan ekonomi masyarakat," urainya.

Karenanya, Artati memastikan KKP akan terus mendukung program prioritas percepatan penurunan angka stunting menjadi 14% pada tahun 2024.

Salah satu caranya dengan melakukan intervensi sensitif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya asupan protein khususnya dari ikan untuk perbaikan gizi masyarakat.

Tak hanya itu, KKP juga terus mendorong peningkatan konsumsi ikan nasional melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).

Dalam webinar seri ke-2 menyambut Hari Ikan Nasional bertajuk “Gini Nih Caranya Agar Anak Suka Ikan” pada Jumat, 13 November 2020, Ditjen PDSPKP mengajak 1.000 peserta yang didominasi kaum perempuan untuk bersama-sama mengedukasi pentingnya ikan bagi anak-anak.

Terlebih bagi kalangan kaum ibu, yang memiliki peran penting dalam memutuskan hidangan apa yang tersaji di meja makan.

Belajar Makan Ikan

Psikolog dan Founder ruangtumbuh.id, Irma Gustiana Andriani, mengulas tips melalui pendekatan psikologis agar anak terbiasa makan ikan.

Dia menyebutkan bahwa problema utama yang sering terjadi pada saat proses belajar makan pada anak adalah gerakan tutup mulut, picky eater, alergi dan kondisi emosional lainnya.

Karenanya, agar anak gemar makan ikan, dia mengingatkan perlunya mengutamakan kenyamanan anak saat kegiatan makan. "Suasana menentukan motivasi anak," jelas Andriani.

Selanjutnya, Andriani menyebut penggunaan visualisasi yang menarik untuk perangkat makan, seperti perangkat makan yang colorful dengan tematik tertentu. Menurutnya, anak-anak memerlukan contoh karena pada anak-anak mereka jagonya meniru.

"Sajikan secara unik, kombinasikan dengan menu ikan. Kenalkan tentang ikan melalui kegiatan bermain. Berikan apresiasi pada proses pembelajaran dengan pujian verbal ataupun non verbal," sambungnya.

Sementara Julia Wingantini, food blogger dan penulis buku “Cute Bento Praktis, agar Anak Lahap Makan”, memberikan jurus agar anak suka makan ikan.

Menurutnya, penyebab anak tidak suka ikan adalah pengenalan awal kurang tepat saat masa pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI), orang tuanya tidak suka ikan, bau amis, trauma (tertelan duri), tampilan kurang menarik.

Julia menyampaikan 4M Tips agar anak suka makan ikan, yaitu Masa MPASI, berikan menu dengan lauk terpisah agar anak mengenal cita rasa asli ikan, Meneladani, orang tua harus meneladani dengan mengonsumsi ikan juga, Menu Makanan Variasi seperti nugget, fish steak, kaki naga, bakso ikan, fish and chips dll. dan Membuat tampilan makanan menarik.

"Contohnya membuat Bento Karakter, bekal makan siang khas Jepang yang dikemas dalam bentuk kotak," terang Julia.

Kendati demikian, Ketua Umum Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi), Netti Herawati mengingatkan komunikasi selalu menjadi kunci keberhasilan. Menurutnya, pengenalan ikan sudah bisa dilakukan sejak janin.

"Jadilah panutan, jadikan anak memimpin saat belanja, masak dan menyajikan, jadwalkan menunya, kreatif berbelanja, memasak dan menyajikan dengan beragam variasi bentuk dan pilihan, kesan pertama sajian ikan harus indah," ulas Netti. (imh)

Bagikan Artikel

Rekomendasi