Berpenduduk Besar dan Ibu Kota Provinsi, Denpasar Mestinya Miliki PAD Tinggi

Minggu, 08 November 2020 : 23.30
Psangan calon Ngurah Ambara Putra-Bagus Kertanegara saat menyapa pedagang Pasar Anyar Sari, Denpasar dan Pasar Peninjoan. Dalam kegiatan gerebek pasar itu didampingi Ketua Tim Pemenangan Mariyana Wandira dan tim relawan yang disambut hangat pedagang dan pengunjung/ist.

Denpasar - Sebagai Ibu Kota Provinsi Bali dengan jumlah penduduk 800 ribu lebih dan potensi ekonomi yang ada mestinya Kota Denpasar memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih tinggi dari kabupaten lain yang jumlah penduduknya lebih kecil.

Dengan potensi bonus demografi maupun potensi ekonomi pariwisata yang dimiliki Denpasar, perlu digenjot lebih keras lagi, agar penerimaan PAD bisa meningkat.

Hal itu disampaikan pasangan calon Ngurah Ambara Putra-Bagus Kertanegara saat menyapa pedagang Pasar Anyar Sari, Denpasar dan Pasar Peninjoan. Dalam kegiatan gerebek pasar itu didampingi Ketua Tim Pemenangan Mariyana Wandira dan tim relawan yang disambut hangat pedagang dan pengunjung.

Ambara membandingkan Denpasar dengan Kabupaten Gianyar yang penduduknya lebih sedikit namun PAD-nya terpaut cukup jauh. 

Dicontohkan, wisatawan berlibur selain menikmati obyek wisata juga ingin menikmati kuliner khas dan mestinya di Denpasar ada pusat-pusat kuliner yang menarik, tidak monoton.

Dia juga menekankan, bagaimana sekarang, menggenjot Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) agar bisa lebih meningkat. Salah satunya, mendorong aktivitas ekonomi masyarakat seperti di pasar agar lebih bergairah. 

Menurut Ambara, Denpasar memiliki sumber-sumber dan pusat ekonomi yang cukup banyak salah satunya pasar tradisional atau pasar rakyat. Pasar rakyat ini, menjadi indikator menggeliatnya perekonomian daerah.

Dari dialog bersama para pedagang, mereka mengeluhkan turunnya omzet imbas pandemi Covid-19 sehingga pemerintah harus memperhatikan hal ini lebih serius lewat kebijakan dan programnya.

"Justru saat sekarang ini, momentum untuk melakukan perbaikan pembenahan sarana dan prasarana pasar agar lebih nyaman, agar orang tertarik datang sehingga perputaran uang terjadi," katanya, Minggu (8/11/2020).

Dengan semakin banyaknya uang beredar maka ekonomi akan bergairah dan masyarakat bisa kembali bersemangat melakukan kegiatan usaha. Pedagang tidak lagi menjerit dengan beban-beban pungutaan yang tinggi.

Pedagang minta agar penataan tempat dilakukan dengan baik. Sebab ada pedagang yang sebelumnya berjualan di atas, kemudian di pindah ke lokasi bawah.

Mendengar berbagai keluhan pedagang, paslon Amerta mengatakan bila nanti menjabat Wali Kota akan melakukan penataan lebih baik dan transparan sehingga semua pedagang nyaman berjualan. Jika perlu Pasar Anyar Sari dibangun lantai dua sehingga bisa lebih banyak lagi menampung pedagang.

Apalagi, luasan pasar ini mencapai 3 hektar mestinya bisa menampung banyak pedagang. Perlu penataan lahan parkir agar lebih banyak kendaraan masuk.

Ambara menjanjikan akan memberikan stimulus bagi pedagang sehingga bisa meningkatkan usahanya. Karena itu diharapkan pedagang dan warga agar datang ke TPS saat pencoblosan 9 Desember untuk memilih pemimpin terbaik yang bisa membantu warga.

Kepada pedagang, Paslon Amerta juga menyampaikan program kerjanya bila terpilih di antaranya memberi santunan meninggal Rp10 juta dan bagi warga yang melahirkan dibantu Rp1 juta. 

“Kami juga akan memberikan keringanan SPP bagi siswa sekolah swasta dan bantuan kesehatan kepada pekerja non formal yang tidak mampu,” tambah Ngurah Ambara.

Calon Wakil Walikota Bagus Kertanegara yang akrab disapa STING. Bagus Kertanegara mengatakan pendidikan sangat penting untuk memajukan warga. Karena itu warga akan dibantu dengan beasiswa agar bisa sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

“Denpasar adalah ibukota Bali, jadi harus lebih maju dan tidak tertinggal dari yang lain,” tutupnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi