Banyak Pekerja Pariwisata Beralih ke UMKM, Pemerintah Diminta Perbanyak Stimulus

Sabtu, 14 November 2020 : 12.23
Pasangan Calon Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kertha Negara (Paslon Amerta) saat turun ke Pasar Intaran dan Pasar Sindhu Sanur/ist

Denpasar - Banyakya pekerja sektor pariwisata yang beralih ke pelaku UMKM sebagai dampak pandemi Covid-19 harus menjadi perhatian pemerintah salah satunya perlu menyediakan bantuan stimulus.

Pasangan Calon (Paslon) Walikota/Wakil Wwlikota Denpasar periode 2021-2025, Nomor Urut 2 Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kertha Negara (Paslon AMERTA) menyatakan itu saat turun ke Pasar Intaran dan Pasar Sindhu Sanur, Denpasar, Sabtu (14/11/2020).

Amerta banyak merima masukan dan keluhan pedagang karena merasa kurang ada perhatian pemerintah untuk pedagang.

Menurut Ambara, saat ini, yang diperlukan kebijakan pemerintah yang lebih pro ke rakyat kecil terdampak pandemi. Mereka terkendala modal, untuk bertahan tetap berjualan sehingga memerlukan stimulus bantuan pemerintah.

"Stimulus sangat dibutuhkan pedagang termasuk pelaku UMKM, agar bisa tetap bertahan," katanya.

Terlebih tak sedikit, mereka yang selama ini menggantungkan hidup bekerja sebagai karyawan di hotel restauran, ketika tidak ada tamu dirumahkan. Mereka ini kemudian beralih menjadi pedagang atau pelaku UMKM sehingga perlu mendapat perhatian pemerintah.

Sementara itu, seorang pedagang pasar Intaran, Wayan Sariani berharap pemimpin ke depan agar lebih banyak memberikan perhatian ke bawah. Jangan hanya duduk di kursi saja ketika jadi pemimpin.

“Tolong perhatikan nasib para pedagang kecil kedepannya. Kami disini menderita, dan utang kami terus bertambah," ucapnya.

Melihat itu, Ambara berjanji terpilih jadi Wali Kota Denpasar, akan lebih banyak turun ke masyarakat, dan salah satunya ke pasar-pasar. “Saya tidak mau ada masyarakat Kota Denpasar sampai ada yang mengeluh kurangnya mendapat perhatian dari pemerintah,” tegas dia.

Untuk itu, dia mengajak masyarakat yang punya hak pilih agar datang ke TPS pada 9 Desember 2020 untuk menggunakan hak pilihnya. “Saatnya memilih pemimpin yang benar-benar akan membawa perubahan," tandasnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi