Aktivitas Gowes di Yogyakarta Meningkat Saat Pandemi Covid-19

Sabtu, 28 November 2020 : 08.46
Komunitas perumahan Banteng3 misalnya, salah satu kelompok pesepeda yang aktif melakukan tour setiap Hari Sabtu pagi seperti dilakukan sekarang, Sabtu (28/11/2020)/Agus Nugroho Purwanto.

Yogyakarta - Saat pandemi Covid-19, kesadaran masyarakat menjaga kesehatan dengan berolahraga seperti bersepeda atau yang populer disebut gowes semakin meningkat di Yogyakarta.

Untuk menjadikan tubuh sehat dikala masa pandemi Covid 19, dapat dilakukan berbagai cara untuk menjaga tubuh agar tetap sehat, yaitu dengan makan makanan bergizi yang kaya serat dan meningkatkan imun, serta berolah raga dengan teratur.

Saat ini, olahraga bersepeda sedang menjadi pilihan masyarakat Indonesia, olah raga yang dapat dilakukan oleh semua jenis gender dan bisa dilakukan oleh orang dari berbagai usia, juga bisa menjadi sarana rekreasi untuk menyegarkan pikiran.

Banyak bermunculan komunitas baru pesepeda, dengan alasan untuk ramai ramai dan bergembira bersama. Komunitas perumahan Banteng3 misalnya, salah satu kelompok pesepeda yang aktif melakukan tour setiap Hari Sabtu pagi seperti dilakukan sekarang, Sabtu (28/11/2020).

Acara gowes yang dimulai pukul 5.30 WIB pagi mampu menempuh jarak kurang lebih 20 kilometer untuk pulang pergi. Kelompok ini dibentuk pada pertengahan bulan Juni 2020 yang dimotori oleh kelompok ibu ibu Perumahan Banteng Yogyakarta.

Komunitas yang berjumlah 8 orang anggota ini mengatakan, tujuan bersepeda agar tetap sehat dikala bertambahnya usia dan juga ditengah pandemi ini bersepeda menjadi olah raga yang efektif dan fleksibel.

Pipit sebagai salah satu anggota komunitas ini, dengan background pengusaha kuliner, pemilik Dapur Mama Pipit Yogyakarta, mengatakan, bersepeda dapat bersilaturahmi dengan warga komplek perumahan dan mendapatkan bonus badan yang sehat.

"Usia kami bervariasi untuk yang paling muda yaitu usia 42 tahun sampai dengan usia 65 tahun," Pipit menyebutkan.

Tentu saja, saat beraktivitas gowes, mereka tetap menjaga protokol kesehatan prokes dengan cara sosial distancing dan selalu memakai masker dan selalu membawa hand sanitizeer.

Kegiatan ini didukung keluarga mereka sehingga setiap minggunya mereka dapat melakukan aktifitas ini secara berkesinambungan.

Bersepeda memiliki efek yang sama seperti rekreasi sehingga mendorong dopamin yang memicu rasa bahagia. Riset dari Finlandia membuktikan, dengab bersepeda 30 menit per hari mampu mengurangi risiko diabetes hingga 40 persen.

Pipit dan warga lainnya berharap, agar pandemi ini segera berlalu. Saat ini, masyarakkat mau tidak mau harus hidup berdampingan dengan virus. Untuk itu, agar tubuh tetap sehat kita wajib menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin. (anp)

Bagikan Artikel

Rekomendasi