Wisata Bahari Jadi Alternatif di Tengah Mati Surinya Pariwisata Bali

Jumat, 09 Oktober 2020 : 19.31
Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) saat silaturahmi dengan Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bali yang dirangkai temu wirasa pelaku wisata bahari di atas geladak kapal Annecha Sailing Catamaran di perairan Pantai Mertasari Sanur, Jumat (9/10/2020)/ist.

Denpasar - Wisata bahari menyimpan potensi besar untuk dikembangkan terlebih di tengah pandemi Covid-19 ini wisata bahari bisa menjadi alternatf di tengah mati surinya sektor pariwisata Bali.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menyampaikan hal itu saat silaturahmi Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Provinsi Bali yang dirangkai dengan temu wirasa pelaku wisata bahari di atas geladak kapal Annecha Sailing Catamaran yang berlayar di perairan Pantai Mertasari Sanur, Jumat (9/10/2020).

Cok Ace yang juga menjabat sebagai Ketua PHRI Bali ini menyampaikan, dalam pekembangannya, sektor pariwisata telah melewati pasang surut dengan berbagai dinamika.

Sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia, tahun 2019 merupakan puncak perkembangan pariwisata Bali dengan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 6,3 juta orang. “Jika saja tak ada pandemi, tahun ini kunjungan wisatawan kita targetkan tembus di angka 7 juta,” kata mantan Bupati Gianyar ini.

Penglingsir Puri Ubud ini lanjut mengurai daya tarik Bali meliputi tiga hal yakni budaya, keindahan alam dan objek wisata buatan.

“Bila dikelompokkan, 60 persen wisatawan datang ke Bali untuk menikmati budaya, 25 persen tertarik dengan keindangan alam dan 15 persen punya minat mengunjungi objek wisata buatan,” bebernya.

Bila dicermati, ujar Cok Ace, wisata bahari termasuk kelompok daya tarik keindahan alam dengan porsi kunjungan wisatawan cukup besar. Tidak menutup kemungkinan, mereka yang ke Bali untuk menikmati budaya juga menyempatkan waktu untuk berkunjung ke objek wisata bahari.

Pada bagian lain, Guru Besar ISI Denpasar ini menyebut, sejauh ini potensi wisata bahari belum digarap dengan maksimal. Jika tak tekendala pandemi, Pemprov Bali sejatinya telah menyiapkan skenario pengembangan wisata bahari.

Agar pengembangannya lebih terarah, Pemprov Bali telah merampungkan Perda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) Tahun 2020-2040 yang sudah disetujui dewan dan kini menunggu verifikasi Kemendagri.

Dengan adanya Perda ini, Pemprov akan punya kewenangan untuk mengelola kawasan pesisir.

Salah satu program yang sebenarnya sudah dirancang adalah trip keliling Bali melalui jalur laut, hal ini akan menjadi potensi usaha yang bagus sekaligus mengoptimalkan pengembangan potensi wisata bahari Bali.

"Hanya saja, program tersebut saat ini masih terhambat pandemi Covid-19," imbuhnya.

Kendati demikian, Cok Ace berharap agar pelaku usaha wisata bahari tak patah semangat. Dalam pengamatannya, daya tarik wisata alam sangat potensial dikembangkan di tengah pandemi.

Seperti dikita ketahui, daya tarik budaya seperti pagelaran kesenian dan prosesi upacara seperti ngaben agak kontradiktif dengan protokol kesehatan karena umumnya bersifat kolektif, susah jaga jarak.

Untuk tarian, memang sudah disiasati dengan penggunaan masker pada tari kecak dan face shield pada tari pendet, namun itu agak mengganggu estetika tarian.

Dalam situasi ini, menurutnya daya tarik wisata alam, salah satunya bahari bisa jadi menjadi alternatif dan memiliki daya jual. Terkait dengan kunjungan wisatawan khususnya manca negara, Cok Ace meminta pelaku usaha untuk bersabar.

Dia mengharapkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar benar-benar disiplin mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Menurutnya langkah ini sangat penting untuk membangun kepercayaan wisatawan.

Koordinator Presidium MW KAHMI Bali Umar Ibnu Alkhatab menyampaikan terima kasih atas kesediaan Wagub Cok Ace hadir dalam acara yang sangat sederhana ini.

Menurut Umar, kegiatan ini merupakan bentuk inisiatif KAHMI Bali dalam mencari solusi dari persoalan yang dihadapi pelaku usaha wisata bahari di tengah pandemi Covid-19. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi