Wagub Cok Ace : Tidak Mengenal Penyederhanaan, Upacara Hindu Ada Tingkatannya

Rabu, 07 Oktober 2020 : 00.30
Cok Ace, mengapresiasi semangat kebersamaan atas terlaksananya Pujawali Catur Murti lan Usaba Kaja, di Desa Adat Seraya Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem, Selasa (6/10/20)/ist

Denpasar - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menegaskan upacara agama Hindu tidak mengenal adanya penyederhanaan melainkan ada tingkatannya.

Cok Ace, mengapresiasi semangat kebersamaan atas terlaksananya Pujawali Catur Murti lan Usaba Kaja, di Desa Adat Seraya Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem, Selasa (6/10/20).

Dalam menjalankan karya harus didasari rasa tulus ikhlas.

“Saya harap upacara ini dapat memberikan makna, inspirasi dan motivasi, ketenangan jiwa, keteguhan batin untuk melanjutkan swadarma kita sebagai krama, sebagai warga negara yang baik,” ujar Wagub.

Jika masyarakat ingin melaksanakan suatu upacara atau menghaturkan yadnya maka harus berlandaskan pada tiga poin penting yaitu Pikayun, Kemampuan dan Kepatutan, dan selalu mempertimbangkan prinsip Dharma Agama dan Dharma Negara.

Upacara ini juga sesuai Visi Pemerintah Provinsi Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali yaitu menjaga keseimbangan dari segi sekala lan niskala. Untuk itu karya-karya seperti ini harus tetap dilaksanakan, dijaga dan dilestarikan.

Menurut Cok Ace, upacara Hindu tidak mengenal penyederhanaan, namun ada tingkatannya, yaitu Nista, Madya dan Utama.

Cok Ace menyampaikan saat menghadiri Pujawali Catur Murti lan Usaba Kaja dan melaksanakan persembahyangan bersama, di Pura Puseh, Desa Adat Seraya Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem, Selasa (6/10/20).

Prajuru Desa Adat Seraya I Wayan Pura yang didampingi Kelihan Adat I Made Salin menjelaskan, pelaksanaan pujawali Catur Murti lan Usaba Kaja ini dilaksanakan selama tujuh hari, dimana puncak pujawalinya jatuh pada rahina wraspati, Purnama Sasih Kapat, tanggal 1 Oktober 2020, tepat pukul 09.00 wita, dan Bhakti Penyineban pada Buda Umanis Medangsia, 7 Oktober 2020.

Ditambahkannya, untuk mencegah penularan pandemi Covid-19, dalam pelaksanaan pujawali ini selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Umat yang hendak sembahyang wajib terlebih dahulu mencuci tangan dengan sabun yang telah disediakan, juga cek suhu di pintu masuk, dan saat persembahyangan bersama wajib menjaga jarak dan tetap diimbau menggunakan masker. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi