Sikapi Ujaran Kebencian di Medsos, Warga Desa Adat Gelgel Diminta Tenang

Kamis, 29 Oktober 2020 : 23.53
Pengurus Desa Adat Gelgel saat melaporkan ujaran kebencian Kadek Su ke Mapolsek KLungkung/ist)

Semarapura - Menyikapi keresahan warga Desa Adat Gelgel terhadap sebuah akun berisi ujaran kebencian di media sosial pngurus desa adat menggelar paruman dan meminta warga tetap tenang.

Setelah ramai dimedsos adanya nada chat ujaran kebencian kepada Desa Adat Gelgel yang diunggah oknum warga KS, warga Desa Adat Gelgel melayangkan protes. Pengurus Desa Adat dilakukan paruman mendadak beberapa hari lalu untuk membahas hal tersebut.

Hasil paruman, desa adat meminta seluruh warga jangan ikut terpancing dan sampai melakukan tindakan anarkis. Persoalan ujaran kebencian tersebut ditempuh jalur hukum melalui hukum positif.

Bendesa Adat Gelgel Putu Gde Arimbawa,membenarkan dirinya beserta beberapa Pengurus Inti Desa Adat Gelgel telah melaporkan ke kepolisian oknum warga Kadek Su atas ujaran kebenciannya kepada Desa Adat Gelgel di Medsos, Senin (26/10/2020).

“Kami bersama Pengurus Desa Adat Gelgel benar telah melaporkan oknum warga yang bernama Kadek Su yang telah melakukan ujaran kebencian kepada Desa Adat Gelgel ke polisi,” ujar Putu Gde Arimbawa dihubungi Kamis (29/10/2020).

Terkait laporan ke polisi Desa Adat Gelgel yang disampaikan Pengurus Desa Adat Gelgel ini, dibenarkan Kapolsek Klungkung AKP Nyoman Suparta.

"Kami menerima aduan dari tokoh Pengurus Desa Adat Gelgel atas nama warga desa adat ,dimana untuk ketelitian yang g extra pihak Polsek Klungkung mengambil langkah awal kontruksi penanganan dengan meneliti barang bukti.

Sudah meminta keterangan beberapa warga yang diduga kuat terkait serta mendalami beberapa dokumen yang ada serta meminta keterangan jro bendesa Adat Gelgel.

Pihakmya meneliti barang bukti yang ada dan meminta keterangan beberapa warga yang terkait. "Yang jelas kasus akan berlanjut,” tegas Suparta melalui pesan WA.

Jubir yang juga menjabat Sekretaris Desa Adat Gelgel Gede Eka Semayaputra Kamis(29/10) menambahkan dirinya selaaku Prajuru Desa Adat Gelgel menyampaikan apresiasi atas respon dan kesigapan Kapolsek KLungkung beserta jajarannya berharap tindak lanjut pelaporan sesuai prosedur dan mekanisme hukum yang berlaku.

Dari laporan di Mapolsek Klungkung perihal chating I Kadek Su ke pihak Prajuru Desa Adat Gelgel Prajuru menyampaikan pengaduan dan pelaporan dengan materi postingan akun itu, dalam chat pada postingan akun Ria Dewi, sebagai penistaan terhadap Desa Adat Gelgel.

“Jelas bahwa postingan oknum Kadek Su dalam chat pada postingan akun Ria Dewi, sebagai penistaan terhadap Desa Adat Gelgel tersebut diduga mengandung unsur pencemaran / penistaan dan dapat dilaporlkan secara hukum,” ujar Pria yang juga berprofesi sebagai Jro Mangku tegas.

Persoalan adat oknum ini sudah berlangsung lama namun kembali mencuat setelah adanya cat di medsos.

Sebagai pelapor Bendesa Desa Adat Gelgel Putu Gde Arimbawa, ST, sebagai saksi: I Kt. Subrata (mantan kelian banjar Kacang Dawa), I Nengah Sukasna (kelian Banjar Kacang Dawa), I Made Suryawan (penerima screnshot pertama), I Gede Eka Sumaya Putra (sekretaris Desa Adat Gelgel).

Laporan sudah diterima Polsek Klungkung. Para prajuru meminta agar masyarakat bisa tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus tersebut pada prajuru desa adat. (nik)

Bagikan Artikel

Rekomendasi