Puluhan Pelanggar Prokes di Sleman Dijatuhi Sanksi Olahraga dan Bela Negara

Minggu, 04 Oktober 2020 : 14.25
Petugas gabungan terdiri dari Kodim 732/Sleman,Satpol PP dan Polres sleman menyasar pelanggar perorangan yaitu para pengguna jalan sehat di sekitar Stadion Maguwoharjo, Depok Sleman/Agus Nugroho Purwanto.

Sleman - Tim gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Sleman melakukan operasi simpatik untuk penegakan disiplin penggunaan masker, Minggu (4/10/2020).

Petugas gabungan terdiri dari Kodim 732/Sleman,Satpol PP dan Polres sleman menyasar pelanggar perorangan yaitu para pengguna jalan sehat di sekitar Stadion Maguwoharjo, Depok Sleman.

Demikian juga, petugas menjaring para pejalan kaki dan pengendara roda empat dan dua. Pengendara di dalam mobil yang tidak menggunakan masker, juga ikut terjaring.

Hasil operasi, sebanyak 24 pelanggar perorangan terjaring razia simpatik ini. Petugas langsung menjatuhkan sanksi berupa olah raga dan sanksi bela negara.

"Razia ini untuk memberikan efek berupa saksi olah raga dan bela negara. Sebanyak 21 pelanggar melakukan push up dan tiga orang mendapatkan hukuman bela negara antara lain menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menghafal butir butir Pancasila," ujar Kasi Binmas Satpol PP Sleman Bondan di lokasi.

Bondan mengatakan, pemberian sanksi administratif ini sudah terintegrasi dengan data nasional bagi pelanggar protokol kesehataan di kabupaten Sleman.

Setelah mendapatkan hukuman administratif, mereka didata dan diberikan masker agar senantiasa untuk menjalankan protokol kesehatan menggunakan masker dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Sleman resmi menerbitkan Peraturan Bupati Sleman Nomor 37.1 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

Dengan dikeluarkannya Perbup 37.1, artinya Pemerintah Kabupaten Sleman dapat memberikan sanksi-sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan. Ada tiga sasaran regulasi tersebut, yaitu perorangan, pelaku usaha, dan pengelola, penyelenggara, atau penanggungjawab tempat dan fasilitas umum.

Bagi perorangan yang melanggar protokol kesehatan, Satpol PP akan memberikan sanksi berupa teguran lisan, peringatan tertulis, pembinaan Bela Negara, kerja sosial, kerja olahraga, penyitaan KTP, dan denda administrasi paling banyak Rp 100.000. (anp)

Bagikan Artikel

Rekomendasi