Presiden Soroti Kualitas Garam Rakyat Hingga Tak Penuhi Standar Kebutuhan Industri

Selasa, 06 Oktober 2020 : 06.45
Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas/ foto: Biro Pers Setpres

Jakarta - Presiden Joko Widodo menyoroti dua permasalahan utama yang dihadapi terkait dengan penyerapan garam rakyat yakni masih rendahnya kualitas garam rakyat sehingga tidak memenuhi standar untuk kebutuhan industri.

Kepala Negara menyampaikan itu saat memimpin rapat terbatas yang membahas mengenai "Percepatan Penyerapan Garam Rakyat" melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2020.

"Ini harus dicarikan jalan keluarnya. Kita tahu masalahnya, tapi enggak pernah dicarikan jalan keluarnya," ucapnya. Data per 22 September sudah diterima Jokowi, masih 738 ribu ton garam rakyat yang tidak terserap oleh industri sehingga harus dipikirkan solusinya, sehingga rakyat garamnya bisa terbeli.

Kedua, masih rendahnya produksi garam nasional. Menurut Presiden, sering kali solusi yang dipakai yaitu impor garam dan masalah tersebut telah berlangsung lama tanpa ada penyelesaian.

Sebagai contoh, kebutuhan garam nasional di tahun 2020 sebanyak 4 juta ton per tahun, sedangkan produksi garam nasional baru mencapai 2 juta ton.

"Akibatnya, alokasi garam untuk kebutuhan industri masih tinggi, yaitu 2,9 (juta) ton. Saya kira ini langkah-langkah perbaikan harus kita kerjakan, mulai pembenahan besar-besaran pada _supply chain_ mulai hulu sampai hilir," imbuhnya.

Karenanya, Presiden meminta jajarannya memerhatikan ketersediaan lahan produksi dan meminta agar integrasi dan ekstensifikasi lahan garam rakyat di 10 provinsi dipercepat.

Selain itu, mendorong upaya agar produktivitas dan kualitas garam rakyat meningkat.

Dengan kata lain, penggunaan inovasi teknologi produksi terutama washing plant harus betul-betul kita kerjakan sehingga pascaproduksi itu betul-betul bisa memberikan ketersediaan terutama dalam gudang penyimpanan.

"Sekali lagi, persiapan pengembangan hilirisasi industri garam harus betul-betul dikerjakan dengan kemudian mengembangkan industri turunannya," tandasnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi