Perumda TAB Tabanan Berjibaku Perbaiki Pipa Air yang Putus dan Bocor

Senin, 12 Oktober 2020 : 20.26
Petugas Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) tengah memperebaiki pipa air yang putus

Tabanan - Hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Tabanan, Bali belakangan ini mengakibatkan bencana alam berupa banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Kabupaten Tabanan.

Akibat adanya bencana alam tersebut, sejumlah pipa air milik Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan di sejumlah titik putus sehingga pendistribusian air bersih terganggu.

Kabag Humas Perumda TAB Tabanan Budi Gunawan didampingi Kasubag Humas TAB Tabanan I Wayan Agus Suanjaya mengungkapkan hal itu saat berbincang santai dengan wartawan, Senin (12/10/2020).

Menurut Budi Gunawan, Perumda TAB Tabanan hampir di seluruh unit pelayanan Perumda TAB mengalami gangguan pendistribusian air kepada pelanggan. "Hanya unit pelayanan di Baturiti yang saat ini belum ada laporan kerusakan," katanya.

Ditambahkan, dari hasil pendataan gangguan yang ada, gangguan terparah terjadi di Unit Pelayanan Kerambitan dikarenakan pompa di IPA Telaga Tunjung tidak bisa bekerja selama 6-8 jam akibat banjir.

Demikian juga rumah pompa di sumber Batuaji juga tenggelam akibat volume air yang tinggi. Pipa di jembatan Yeh Malet juga putus karena tergerus tanah longsor. Begitu juga pipa distribusi di daerah Serampingan yang putus akibat terkena tanah longsor.

"Hal ini menyebabkan sekitar 8.000 pelanggan di wilayah Unit Kerambitan di daerah Tangguntiti, Braban dan sekitarnya mengalami gangguan," katanya berterus-terang.

Disebutkan gangguan juga terjadi di Unit Pelayanan Bajera, pompa di IPA Lalanglinggah dan IPA Antap juga tidak bisa bekerja 6-8 jam. Kemudian Unit Pelayanan Penebel, gangguan terjadi di sumber Riang Gede karena banjir pipa mengalami gangguan.

Sementara untuk Unit Pelayanan Kota, gangguan terjadi di Lembah Sanggulan daerah barat Terminal Kediri karena adanya pipa 6 yang terputus akibat tergerus jalan longsor.

Selain itu, pipa di IPA Nyanyi juga sempat tidak bisa berfungsi akibat volume air yang tinggi dan pipa di Jembatan Abiantuwung juga terputus. Terakhir di Unit Pelayanan Penebel juga terdataada dua pipa air yang terputus akibat tanah longsor.

"Meski mengalami gangguan di sejumlah unit pelayanan, secara bertahap kerusakan yang ada tersebut sudah kami perbaiki. Beberapa sudah bisa berfungsi normal, namun di sejumlah wilayah belum bisa berfungsi normal karena masih dalam proses perbaikan," paparnya.

Terkait adanya gangguan tersebut, Budi Gunawan atas nama Perumnda TAB Tabanan meminta maaf dan permakluman para pelanggan karena ganguan diakibatkan oleh faktor alam yang sulit diprediksi.

"Selain tetap berupaya memperbaiki pipa yang putus dan bocor, kami juga mengoperasikan mobil tanki air memberikan bantuan air bersih kepada pelanggan yang memerlukannya seperti di barat terminal Kediri," katanya.

Kasubag Humas TAB Tabanan Wayan Agus Suanjaya menambahkan, khusus di Lembah Sanggulan wilayah barat terminal Kediri, pipa air yang putus akibat jalan longsor panjangnya sekjitar 20 meter.

Sementara waktu sudah dilakukan pemasangan valve agar sementara waktu bisa mengalirkan air ke para pelangan meski kurang optimal. "Kami sudah lakukan pemasangan pipa besi untuk pengganti pipa yang putus. Mudah-mudahan pelayanan distribusi air akan kembali normal," katanya. (gus)

Bagikan Artikel

Rekomendasi