Penyembuhan Pasien OTG Covid-19 Gunakan Terapi Uap Arak Bali

Minggu, 18 Oktober 2020 : 20.45
Ramuan herbal ini bisa melegakan pernafasan, meningkatkan asupan oksigen sehingga bisa meningkatkan pula imunitas tubuh/Kabarnusa.

Denpasar - Memanfaatkan bahan tradisional warisan leluhur seperti arak Bali setelah diolah dengan campuran bahan lainnya mampu berkhasiat bisa sebagai terapi percepatan pemulihan pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19.

Professor Gelgel yang juga staf ahli Gubernur Bali, melakukan penelitian terhadap kasiat arak tradisional itu, dengan inovasi bahan tradisional untuk terapi aroma.

Menurut Apoteker Hendra Darmawan dari Usada Barak, berdasar pustaka lontar peninggalan leluhur, diketahui, satu petikan dari lontar, menyebutkan, arak Bali sebagai minuman beralkohol, bisa dipergunakan untuk meringankan gejala-gejala infeksi, virus pernafasan.

Berangkat dari itulah kemudian Prof Gelgel, menggali potensi arak Bali lebih dalam di bidang kesehatan dengan serangkaian melakukan penelitian dan kajian.

Terutama saat pandemi Covid-19, jadi, menurut Prof Gelgel, ada potensi penggunaan arak ini, untuk pengobatan.

"Prof Gelgel memformulasikan ramuan usada barak. Ramuan ini memang telah menggunakan arak namun bukan sembarang arak karena sudah distandarisasi untuk tujuan terapi, bukan arak yang beredar di pasaran," " ujar Hendra ditemui, Sabtu (17/10/2020).

Kemudian, arak ini dikombinasikan dengan dua kandungan lainnya. Pihaknya mengklaim ramuan herbal ini bisa melegakan pernafasan, meningkatkan asupan oksigen sehingga bisa meningkatkan pula imunitas tubuh.

Sebagai pembuktian empiris, pihaknya bersama Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dimana terapi ini digunakan sebagai terapi sportif tambahan. Mereka yang tengah menjalani isolasi di balai-balai kesehatan atau fasilitas kesehatan karantina, melakukan terapi aroma arak ini.

"Hasilnya cukup memuaskan sejauh ini, sebelum diberikan terapi ini, durasi penyembuhannya atau yang menghasilkan negatif pada tes swab, di hari ke -14," Hendra menyebutkan.

Setelah diberikan terapi uap arak ini, pada hari ketiga pasien OTG, tanpa gejala sudah memberikan hasil negatif. 

"Sehingga klaim kami, bukan sebagai obat Covid-19, namun bisa mempercepat durasi penyembuhan pasien-pasien OTG," imbuh Hendra.

Untuk terapi pencegahan membersihkan saluran pernafasan disarankan, setelah beraktivitas di luar cukup sekali. Sedangkan bagi dosis pengobatan, sebanyak tiga kali terapi dalam sehari.

Demikian juga, bagi mereka yang mengalami sakit asma bisa memakai terapi aroma arak ini.

"Banyak yang menyampaikan efek positif seperti meningkatkan kualitas tidur, misalnya yang punya asma maka terapi ini sangat membantu," imbuhnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi