Libatkan Ratusan Personel, BNPB Gelar Pendampingan Penanganan Darurat Bencana

Sabtu, 24 Oktober 2020 : 17.24
Pelatihan Manajemen Penanganan Darurat Bencana dibuka oleh Sekretaris Utama BNPB Harmensyah pada Senin (19/10/2020) secara virtual./ist

Serang - Setiap kejadian bencana membutuhkan manajemen penanganan darurat efektif dan akuntabel. Hal tersebut tentu dapat terwujud melalui upaya terus menerus yang dilakukan oleh pemangku kepentingan dalam Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan menyelenggarakan pendampingan teknis sistem komando penanganan darurat bencana atau SKPDB.

Sebanyak 105 personel dari 17 BPBD di tingkat provinsi dan 27 BPBD di tingkat kabupaten dan kota menjadi peserta dalam pendampingan teknis ini. Pelatihan Manajemen Penanganan Darurat Bencana dibuka oleh Sekretaris Utama BNPB Harmensyah pada Senin (19/10/2020) secara virtual.

Harmensyah berpesan, peserta pendampingan teknis ini agar menjalani kegiatan dengan bersungguh-sungguh sehingga pada saat kembali ke daerah masing-masing, peserta telah memahami dan dapat mempraktikkan SKPDB pada saat bencana.

“Diharapkan, pemerintah daerah tidak tergagap dalam penanganan darurat bencana,” ujar Harmensyah saat pembukaan.

Para pemateri topik manajemen penanganan darurat memiliki pengalaman dan pemahaman yang sangat baik di bidangnya, salah satunya mantan Kepala BNPB Syamsul Maarif yang memberikan materi kepemimpinan dalam penanganan darurat bencana.

Menurutnya, kepemimpinan merupakan elemen sangat penting dalam manajemen penanganan darurat. Tanpa kepemimpinan yang mumpuni, koordinasi dan operasi tidak akan berjalan dengan baik.

Di samping itu, materi lain yang diberikan kepada para peserta antara lain transformasi pusdalops, manajemen penanganan darurat bencana, koordinasi multipihak, perencanaan oeprasi darurat, manajemen SKPDB, sistem pelaporan dan jaringan komunikasi.

Pelatihan manajemen penanganan darurat ini berlangsung empat hari dari 19 hingga 22 Oktober 2020 di Serang, Provinsi Banten.

Pelatihan ini diselenggarakan dengan menekankan pada aspek keamanan dan keselamatan di tengah pandemi Covid-19, seperti mensyaratkan peserta untuk swab antigen dan penerapan protokol kesehatan. (lif)

Bagikan Artikel

Rekomendasi