Pangdam Udayana Lantik 400 Prajurit Tamtama, Mayoritas Anak Petani

Sabtu, 24 Oktober 2020 : 16.27
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara /ist

Singaraja - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara melantik 400 prajurit tamtama TNI Angkatan Darat yang sebagian besar mereka merupakan anak petani.

"Semoga pangkat yang baru saja melekat beserta ilmu keterampilan yang telah diberikan di lembaga pendidikan Rindam IX/Udayana ini menjadi kebanggaan dan dapat dijadikan bekal untuk menempuh pendidikan lanjutan nanti sesuai kecabangan masing-masing," tegas Dewantara dalam amanatnya pada Upacara Penutupan Pendidikan Pertama Tamtama TNI AD Gelombang I TA 2020, yang diselenggarakan di Lapangan Chandradimuka, Secata Rindam IX/Udayana, Sabtu (24/10/2020).

Pangdam mengucapkan selamat kepada seluruh Prajurit yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik dan baru saja dilantik menyandang pangkat Prajurit Dua.

Setelah dilantik menjadi Tamtama TNI AD, status mereka telah mengalami peralihan yaitu dari kehidupan sipil kedalam kehidupan militer.

Peralihan ini tidak sekedar ditempuh dengan pembekalan Ilmu Pengetahuan dan Keterampilan serta tempaan fisik yang cukup berat saja, tetapi yang lebih penting yaitu perubahan sikap, mental dan jati diri menjadi seorang prajurit.

Dengan adanya perubahan sikap dan mental tentunya akan terjadi penyesuaian diri berupa pola pikir dan pola tindak sebagai Tamtama TNI Angkatan Darat yang dibanggakan.

"Untuk itu saya berpesan hendaknya kebanggaan tersebut dapat dijadikan modal untuk memotivasi diri dalam rangka menghadapi pendidikan lanjutan sesuai kecabangan masing-masing," ujar Pangdam.

Sebelum mengakhiri amanatnya, Pangdam juga mengucapkan terima kasih kepada Danrindam IX/Udayana, tenaga pendidik dan tenaga pendukung pendidikan yang telah bekerja keras sehingga proses pendidikan dapat berjalan dengan lancar sesuai kurikulum yang telah ditetapkan dengan selalu mempedomani disiplin protokol kesehatan Covid-19.

Dibuka 8 Juni 2020 silam, Pendidikan Pertama Tamtama TNI AD Gelombang I TA. 2020 ini berlangsung selama kurang lebih 5 bulan atau 20 minggu dengan jumlah alokasi 400 peserta didik telah dinyatakan lulus seluruhnya yang sebagian besar merupakan anak petani.

Selanjutnya, mereka akan menempuh pendidikan lanjutan selama 3 bulan sesuai dengan kecabangan masing-masing. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi