Musim Penghujan, BNPB Ajak Segenap Komponen Pentahelix Tingkatkan Kesiapsiagaan

Rabu, 14 Oktober 2020 : 08.16
Kepala BNPB Doni Monardo/foto: BNPB

Jakarta - Kepala BNPB Doni Monardo mengajak segenap komponen pentahelix untuk melakukan upaya kesiapsiagaan dengan peningkatan kapasitas masyarakat.

Sebagaimana berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Indonesia akan memasuki musim penghujan pada Oktober dan November 2020.

"Pada musim tersebut, tingkat ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, cuaca ekstrem dan juga angin puting beliung menjadi meningkat," Doni menjelaskan, Selasa 13 Oktober 2020.

Hal itu juga ditambah adanya fenomena La Nina, yang mana curah hujan diperkirakan akan naik dari 20-40 persen.

Melihat adanya faktor cuaca dan fenomena tersebut, Kepala BNPB mengajak segenap komponen pentahelix untuk melakukan upaya kesiapsiagaan dengan peningkatan kapasitas masyarakat.

Dalam hal ini, penanggulangan bencana harus dilakukan secara bersama dan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja.

"Untuk mengantisipasi, perlu ada upaya nyata dalam rangka mengurangi dampak dari potensi ancaman bencana tersebut. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, perlu ada sinergi dan kerjasama dengan pendekatan kolaborasi pentahelix,” tegas Doni.

Upaya dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengadapi dampak La Nina adalah melalui identifikasi, koordinasi, rencana kontijensi, simulasi dan sosialisasi.

Pertama identifikasi potensi ancaman bahaya hidrometeorologi yang ada. Kedua Laksanakan rapat koordinasi kesiapsiagaan, dalam rangka berbagi peran dan menyiapkan sumberdaya, Ketiga siapkan rencana kontinjensi dan laksanakan geladi dan simulasi dengan melibatkan seluruh stakeholder, dan,

"Keempat sosialisasikan kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan dan apa yang harus dilakukan sehingga dapat selamat biula bencana terjadi,” demikian Doni. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi