Lonjakan Penumpang Saat Libur Panjang, Daop 6 Yogyakarta Berlakukan Prokes Ketat

Kamis, 29 Oktober 2020 : 07.00
Penumpang harus menjalani aturan dengan berbagai proses tahapan protokol kesehatan secara ketat untuk bisa naik kereta api/Agus Nugroho Purwanto.

Yogyakarta - Kunjungan Direktur Utama Perusahaan Perseroan PT. Kereta Api Indonesia Didiek Hartantyo di Stasiun Tugu Daop 6 Yogyakarta, guna melakukan pemantauan situasi kesiapan para petugas PT. KAI daop 6 Yogyakarta dalam menyambut libur panjang Oktober 2020.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto, mengatakan mulai Rabu, 28 Oktober 2020, Yogyakarta mengalami lonjakan kedatangan penumpang di Stasiun Tugu Yogyakarta dan Stasiun Lempuyangan Yogyakarta.

Mengutip penjelasan Dirut PT KAI Didiek, tidak boleh kebobolan dalam menjalankan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Pihaknya menerapkan prokes ketat untuk penumpang kereta api karena tidak ingin terjadi klaster baru penyebaran virus corona di Stasiun Kereta Api Daop 6 Yogyakarta.

"Semua prosedur sudah dijalankan PT. KAI dalam memutus rantai penyebaran virus corona," katanya menegaskan. Pihaknya konsisten dalam menerapkan prokes kesehatan penumpang, tidak pandang bulu dan tebang pilih penerapan prokes covid19.

Kepada calon penumpang harus menjalani aturan dengan berbagai proses tahapan protokol kesehatan secara ketat untuk bisa naik kereta api.

Untuk karyawan internal PT. KAI juga terdapat pernyataan tertulis secara pribadi untuk membantu mensukseskan dan menjalankan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan dan memutus mata rantai virus corona.

Penerapan 3M, diwajibkan memakai masker, dan menjaga jarak dari mulai masuk stasiun, terdapat wastafel untuk mencuci tangan di stasiun dan kotak hand sanitizer tersedia di dalam gedung stasiun Tugu Yogyakarta.

Pada saat di dalam kereta pun dipantau dan diterapkan penjagaan prokes covid19 dibantu pihak Polsus kereta api yang berkeliling di dalam gerbong kereta api untuk menjalankan protokol kesehatan para penumpang di dalam kereta api.

Bagi penumpang kereta dengan keberangkatan jarak jauh, diwajibkan melakukan rapid tes yang dapat dilakukan sehari sebelum jadwal keberangkatan. Untuk dapat mengajukan rapid tes di stasiun, calon penumpang harus memiliki tiket atau kode booking.

Tujuan rapid tes dilakukan sebelum keberangkatan adalah untuk menghindari menumpuknya para calon pencari rapid tes di stasiun. Pihak daop 6 Yogyakarta juga menyediakan face shield secara cuma cuma untuk para penumpang jarak jauh yang berangkat pada saat memasuki gate pemeriksaan di stasiun.

Tampak, sosialisasi prokes untuk melakukan rapid tes dan tata cara pembelian tiket kereta api sudah banyak terpampang di hall dalam gedung stasiun Tugu Yogyakarta. (anp)

Bagikan Artikel

Rekomendasi