Lonjakan Covid-19 Harus Diwaspadai Paska Libur Panjang

Selasa, 27 Oktober 2020 : 13.17
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi/ist

Jakarta - Potensi terjadinya lonjakan penyebaran Covid-19 harus diwaspadai paska musim libur panjang. Sesuai putusan Pemerintah, masyarakat pada 28 Oktober sampai dengan 1 Nov,ember akan menikmati libur panjang, long week end.

"Konsekuensinya, sebagian masyarakat diprediksi akan melakukan perjalanan keluar kota pulang kampung, berwisata dan lainnya," ungkap Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan tertulis Selasa (27/10/2020).

Momen ini tentu akan mendulang efek positif dari sisi perputaran arus ekonomi. Namun di sisi lain, momen long week end juga merupakan momen yang high risk, sebab berpotensi mendulang penularan Covid-19 yang lebih masif.

Hal itu sebagaimana dampak saat libur panjang HUT RI, dilanjut Tahun Baru Islam, beberapa bulan silam. Diingatkan Tulus, momen libur panjang harus diwaspadai oleh semua pihak, baik itu pemerintah pusat, pemda, pengelola wisata, pusat belanja, restoran, dan juga masyarakat.

Intinya agar semua pihak konsisten dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, tanpa kompromi. "Jangan pertaruhkan kesehatan dan keselamatan masyarakat, hanya karena gelembung ekonomi sesaat," Tulus mengingatkan.

Jika sampai lengah dengan protokol kesehatan, alih alih mendulang kue ekonomi, tetapi malah tekor/boncos yang didapat, karena akan mendulang penularan Covid-19 yang lebih masif.

Pemerintah dan aparat harus tegas menegur dan bahkan memberikan sanksi bagi pihak yang tidak patuh pada protokol kesehatan, terkhusus di pusat keramaian dan kerumunan.

"Masyarakat juga jangan kendor dengan protokol kesehatannya," katanya menegaskan. Apalagi, saat perjalanan ke kampung halaman dan atau tempat wisata berpotensi menguras energi dan kemudian mereduksi imunitas. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi