Kenaikan Cukai Rokok, YLKI: Jadi Stimulus Pertumbuhan Ekonomi dan Lindungi Konsumen

Jumat, 23 Oktober 2020 : 13.06
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi/ist

Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengapresiasi dan memberikan dukungan kenaikan cukai rokok sebagaimana wacana yang digulirkan pemerintah karena selain melindungi konsumen juga bisa menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi.

Melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani, pemerintah berencana menaikkan cukai rokok pada 2021, antara 17-19 persen.

Kenaikan cukai rokok sangat penting untuk memberikan perlindungan pada konsumen, sebab cukai memang sebagi instrumen untuk melindungi masyarakat sebagai perokok aktif dan atau perokok pasif.

"Kenaikan cukai rokok juga sangat penting untuk melindungi perokok anak dan remaja," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan tertulis diterima Kabarnusa.con, Jumat (23/10/2020).

Hal itu dinilai penting, mengingat prevalensi merokok anak di Indonesia sudah sangat tinggi, mencapai 8,5 persen. Padahal target dari RPJMN 2020 hanya 5,8 persen.

Artinya, target menurunkan prevalensi merokok pada anak menjadi sangat penting, dan kenaikan cukai rokok menjadi instrumen efektif untuk itu. Selama ini, prevalensi merokok pada anak terus menaik, karena harga rokok terlalu murah, dan apalagi rokok bisa dijual secara ketengan/per batang.

Apalagi peringatan pada bungkus rokok masih sangat kecil (40 persen), dan atau iklan dan promosi rokok yang masih dominan di semua lini. Dijelaskan, asumsi bahwa kenaikan cukai rokok akan melambatkan pertumbuhan ekonomi dan PHK buruh, adalah tidak benar dan tidak beralasan.

Tulus melanjutkan, sebab faktanya, kenaikan cukai rokok justru menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi, karena masyarakat akan mengalokasikan belanja untuk kebutuhan yang lebih urgen di masa pandemi ini.

Sedangkan faktor pengurangan buruh bukan karena kenaikan cukai tapi faktor mekanisasi. Juga, faktor rendahnya penyerapan tembakau lokal karena tingginya impor tembakau.

Ditambah lagi, masa pandemi Covid-19 seperti ini, aktivitas merokok menjadi sangat rawan dan high risk, karena bisa menjadi triger untuk konsumen terinfeksi Covid-19.

Karenanya, pemerintah tidak perlu ragu untuk menaikkan cukai rokok pada 2021, sebab justru sangat positif dari aspek pertumbuhan ekonomi dan atau aspek kesehatan masyarakat, demi melindungi masyarakat secara kuat dan komprehensif. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi