Kemitraan Australia-Indonesia Berdayakan Lebih dari 70.000 Perempuan

Selasa, 06 Oktober 2020 : 06.27

Jakarta - Kemitraan Australia-Indonesia untuk Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan menandai tahun terakhirnya dengan menggabungkan berbagai pencapaian dengan memberdayakan lebih dari 70.000 perempuan.

Mereka dilibatkan di lebih dari 3.500 kelompok lokal di 27 provinsi di Indonesia.

Sebagai inisiatif bersama dari Pemerintah Australia (DFAT - The Australian Department of Foreign Affairs and Trade) dan Pemerintah Indonesia (BAPPENAS), MAMPU mendukung Pemerintah Indonesia untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dengan membangun kepemimpinan dan pemberdayaan perempuan.

Semuanya itu untuk meningkatkan akses mereka terhadap layanan penting dan program Pemerintah. Secara keseluruhan, MAMPU telah bekerja dengan 13 organisasi dan lebih dari 100 Mitra lokal di 1.000 desa di seluruh Indonesia.

Team Leader MAMPU Kate Shanahan, mengatakan, tahun ini, menandai selesainya Program MAMPU dengan banyak capaian dan perubahan yang telah diraih baik di tingkat komunitas, daerah, maupun nasional.

"Hasilnya telah membawa perubahan positif sekaligus memberikan pengalaman dan pembelajaran yang mempengaruhi kapasitas, suara dan pengaruh perempuan, serta akses mereka ke layanan Pemerintah yang semakin baik," ungkapnya dalam siaran pers diterima Kabarnusa.com, Senin (5/10/2020).

Sejak pertama kali hadir 8 tahun yang lalu, lanjut dia, MAMPU telah menjangkau perempuan yang terpinggirkan di akar rumput, melalui kolaborasi dengan Organisasi Masyarakat Sipil yang tergabung dalam jaringan Mitra MAMPU.

"Kami bergerak bersama dalam memperkuat kapasitas dan memperluas jaringan Mitra sekaligus menghubungkannya dengan pemangku kepentingan strategis dan pembuat kebijakan. Bagi MAMPU, pemberdayaan perempuan adalah tujuan sekaligus cara untuk mencapai tujuan tersebut," tegas Kate Shanahan dalam jumpa pers secara virtual.

Perempuan di Indonesia, khususnya perempuan miskin masih mengalami ketertinggalan di berbagai bidang pembangunan, terutama di bidang partisipasi ekonomi dan pemberdayaan politik.

Menurut data UNDP tahun 2018 menunjukkan Indonesia menduduki peringkat 103 dari 162 negara dalam Indeks Ketidaksetaraan Gender. Perempuan miskin tidak memiliki cukup akses dan sumber daya untuk dapat menjangkau berbagai program Pemerintah.

MAMPU bekerja sama dengan jaringan organisasi Mitra untuk meningkatkan akses perempuan miskin di Indonesia kepada layanan dan program pemerintah yang penting dalam mencapai kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Pendekatan ini dimulai dengan cara memberdayakan perempuan di akar rumput dan membantu mereka untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik.

Para Mitra MAMPU melakukan advokasi untuk perubahan, dengan mengembangkan sejumlah model dan pendekatan yang menjanjikan hingga dapat mempengaruhi kebijakan dan anggaran Pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan penyediaan layanan.

Rangkaian model dan pendekatan yang dilakukan mencakup pada lima area tematik MAMPU, yaitu meningkatkan akses terhadap program-program perlindungan sosial pemerintah, meningkatkan kondisi kerja dan menghapus diskriminasi di tempat kerja, meningkatkan kondisi migrasi tenaga kerja perempuan ke luar negeri, meningkatkan status kesehatan dan gizi perempuan dan, mengurangi kekerasan terhadap perempuan.

Konselor Menteri untuk Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Kedutaan Besar Australia di Jakarta Kirsten Bishop, menyatakan bahawa, Australia bangga telah bermitra dengan Indonesia melalui Program MAMPU selama 8 tahun terakhir.

"Kami mengucapkan selamat kepada seluruh Mitra MAMPU atas pencapaian signifikan yang diraih. Sebagai hasil dari upaya yang sudah dilakukan selama ini, Mitra MAMPU telah membuat perbedaan nyata dalam kehidupan jutaan perempuan dan anak perempuan di seluruh negeri, serta memberikan kontribusi yang akan terus mendukung pembangunan inklusif dan berkelanjutan di Indonesia," tegasnya.

Pemerintah Australia berkomitmen untuk melanjutkan kemitraan kami dengan penting, termasuk bukti yang menghubungkan pekerjaan Mitra MAMPU dengan 700 kebijakan di tingkat lokal hingga nasional, yang terkait langsung dengan tujuh dari sembilan Agenda Aksi Kolektif MAMPU.

Terutama, melalui pendampingan MAMPU, para Mitra telah berkontribusi pada sebuah Peraturan Nasional baru yang mengatur perlindungan para pekerja migran dan keluarganya, dan telah membantu merevisi UU Perkawinan tahun 1974 untuk melawan perkawinan anak.

Secara kumulatif, sampai saat ini MAMPU telah membantu secara langsung 183.925 masyarakat Indonesia (143.291 perempuan dan 40.634 laki-laki) untuk mendapatkan akses pada berbagai layanan penting termasuk program perlindungan sosial, kesehatan reproduksi, dan dukungan bagi korban dan penyintas Kekerasan Terhadap Perempuan (KTP).

Statistik Pemerintah menunjukkan bahwa secara tidak langsung ada 2,8 juta perempuan yang tinggal di desa-desa tempat MAMPU bekerja dapat merasakan manfaat dari pencapaian tersebut.

Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda, dan Olahraga, Bappenas Woro Srihastuti Sulistyaningrum, S.T., menekankan pentingnya keberlanjutan dari praktik baik Program MAMPU.

Program MAMPU telah menghasilkan banyak pembelajaran dan praktik yang perlu terus dilanjutkan, disinergikan dengan berbagai program yang sudah ada di tingkat pusat, daerah, dan desa, dan diperluas pelaksanaannya.

"Kebijakan dan regulasi juga perlu didorong untuk dapat memastikan berbagai pembelajaran dan praktik baik tersebut terintegrasi ke dalam sistem yang sudah berjalan," tandasnya. Woro juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dan kemitraan multipihak.

"Kami berharap para Mitra MAMPU tetap melanjutkan kerja pemberdayaan perempuan, meneruskan berbagai inovasi yang sudah dikembangkan, dan memperluas cakupan kerjanya.

Kami juga berharap Mitra MAMPU terus melakukan koordinasi dan menjalin kemitraan yang semakin erat dengan Pemerintah desa, Pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait lainnya dalam mewujudkan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan," tutupnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi