Kebijakan Pemkot Denpasar Harus Berpihak Terhadap Pemberdayaan UMKM Perempuan

Selasa, 27 Oktober 2020 : 22.51
Calon Wali Kota Denpasar Gede Ngurah Ambara Putra saat bertemu pedagang Pasar Wangaya, Denpasar/Kabarnusa,

Denpasar - Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Denpasar khususya bagi kaum perempuan harus terus dioptimalkan dalam mendorong perekonomian.

Menurut Calon Wali Kota Denpasar Gede Ngurah Ambara Putra, saat ini PDB (Produk Domestik Bruto) selama ini hanya bergantung pariwisata. Karena itu, perlu diganti dari pelaku UMKM, terlebih saat pandemi Covid-19 ini.

"Ini sangat bagus sekali jika bisa berjalan, dari tingkat banjar, desa dan seterusnya," imbuh pasangan nomor urut 2 ini. Ambara yang berpasangan dengan Made Bagus Kertanegara yang dikenal dengana nama Amerta ini sangat mendorong pemberdayaan UMKM khususnya perempuan.

Artinya, supaya ada keseimbangan atau membangun perekonomian keluarga. Selama ini, pelaku UMKM mengeluhkan permodalan sehingga hal itu mestinya bisa diatasi dengan kebijakan pemerintah.

"Kebijakannya harus keberpihakan, kita harus membantu, dari APBD harus ada untuk membantu atau lembaga lain atau perusahaan daerah ada CSR-CSR untuk membangun, bukan malah menggantungkan diri kepada APBD," tegasnya.

Jika tidak ada bantuan pemerintah, maka kehidupan UMKM akan bertambah berat. Misalnya, ada dana turun serapannya hanya 50 persen, hal itu tidaklah masalah. Sebab, jika terus menerus dilakukan maka pasti akan meningkat.

Kesejehteraan masyarakat ini, lanjut Ambara harus dibangun dari UMKM.

"Umpamanya ketika turis sudah mulai datang lagi, UMKM bisa jadi bagus dan besar, Denpasar walaupun kotanya tidak besar, tetapi bisa menjadi tujuan wisata, tujuan berbelanja dan seterusnya" tegasnya.

Mestinya.ketika orang datang ke Ibu Kota Provinsi Bali itu, mendapatkan sesuatu yang bernilai lebih. "Harusnya PAD besar, bingung juga ini kenapa, PAD tergantung kepada sirkulasi ekonomi, sirkulasi ekonomi besar maka PAD akan besar," imbuhnya.

Pihaknya berharap UMKM di Denpasar bisa memiliki daya saing sehingga perlu pembinaan. Berdaya saing itu, agar mereka bisa mampu hidup, tidak hanya sekarang namun berkelanjutan.

Paslon Amerta bertemu aktivis perempuan yang berhimpun dalam organisasi Pertiwi. Mereka menyampaikan harapan kepada Amerta agar memperhatikan pemberdayaan UMKM perempuan.

Setelah itu, Amerta bertemu pedagang pasar, petani dan nelayan, Paslon Amerta bahkan berbagi dengan tukang “suun” di pasar. Sembari menyapa para tukang suun, Amerta membagikan masker dan baju kaos.

Bersama Tim Pemenangan dan relawan, paslon yang lahir dari pengusaha swasta ini mengunjungi Pasar Wangaya, Denpasar Utara (Denut) dan pasar di lokasi eks Tiara Grosir. Kedatangan paslon yang ditemani kader parpol dan tim relawan disambut hangat para pedagang. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi