Hadang Covid-19, Pengelola Makam Sunan Kalijaga Demak Ketat Jalankan Prokes

Kamis, 15 Oktober 2020 : 20.29
Setelah beberapa bulan, komplek makam Sunan Kalijaga kadilangu Demak sudah dibuka kembali dalam minggu ini dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat/foto: Agus Nugroho Purwanto

Demak - Komplek Makam Sunan Kalijaga Kadilangu di Kabupaten Demak menerapkan protokol kesehatan yang ketat menyusul maraknya penyebaran virus corona atau Covid-19.

Bahkan, makam wisata religi sempat ditutup ditutup karena merebaknya pendemi virus corona.

Lokasi situs ini, juga ikut andil menghentikan penyebaran virus corona di mana Pemerintah Kabupaten Demak telah menutup situs ini bagi peziarah sejak bulan maret 2020.

Setelah beberapa bulan, komplek makam Sunan Kalijaga kadilangu Demak sudah dibuka kembali dalam minggu ini.

Namun ada yang berbeda dengan keadaan sebelum terjadi pendemi corona, meskipun belum banyak peziarah yang datang, kondisi pendemi corona ini membuat sejumlah aturan dibuat pihak pengelola, Yayasan Kanjeng Sunan Kalijaga Kadilangu Demak.

Pihak pengelola menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan memutus penyebaran virus corona.

Protokol kesehatan yang dilakukan antara lain adalah disiplin 3M, mencuci tangan di air yang mengalir pada saat memasuki wilayah komplek makam, menjaga jarak antar pengunjung dan tidak bergerombol, dan wajib memakai masker.

Di pintu masuk area makam sudah disediakan wastafel dan sabun, kemudian terdapat petugas yang menggunakan termometer untuk pengecekan suhu tubuh saat memasuki pintu gerbang utama.

Lain pemandangan yang dapat kita lihat seperti ini, dibanding tahun lalu, meskipun para peziarah bertujuan untuk mendoakan para wali 9, tapi mereka tidak keberatan untuk melaksanakan apa yang menjadi aturan dalam protokol kesehatan yaitu 3M, mencuci tangan,memakai masker, dan menjaga jarak.

Nunuk, salah satu ahli waris Kanjeng Sunan Kalijaga, menjelaskan, saat memasuki area makam memang diwajibkan untuk memakai masker.

"Apabila terdapat peziarah yang tidak membawa masker, maka petugas melarang peziarah untuk memasuki komplek makam, dan didepan komplek makam sudah tersedia penjual masker," ungkapnya, Kamis (15/10/2020).

Kondisi pandemi saat ini, mewajibkan semua untuk saling menjaga antara satu pengunjung dan pengunjung lain. "Menjadi kewajiban bersama untuk saling menjaga diri dari wabah virus corona ini," Nunuk menjelaskan.

Meskipun tujuannya hanya berdoa dan datang dengan satu tujuan yaitu berziarah, namun sangat penting untuk memperhatikan potensi penyebaran kluster baru jika protokol kesehatan ini kita abaikan, lanjutnya.

Bagi peziarah dari luar daerah, diharapkan mengetahui apabila pembatasan gerak ini, diperbolehkan mendatangi makam namun masing masing wajib memahami untuk saling menjaga diri dan menjaga kesehatan.

"Agar mentaati protokol kesehatan dengan benar," Nunuk menegaskan. (anp)

Bagikan Artikel

Rekomendasi