Efektif Hentikan Penyebaran Covid-19, Budayakan Cuci Tangan dengan Sabun

Kamis, 15 Oktober 2020 : 20.48

Denpasar - Dengan membudayakan cuci tangan pakai sabun dan air bersih kepada masyarakat sejak dini maka hal itu cukup efektif dalam menghentikan penyebaran virus corona atau Covid-19.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali menggandeng kelompok masyarakat dan pihak swasta, terus menggaungkan gerakan bersama untuk mengkampanyekan pola hidup sehat dan bersih itu.

Saat pandemi Covid-19 ini, menjadi momentum untuk melakukan kampanye Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sedunia yang jatuh pada 15 Oktober 2020.

Sejak wabah Covid-19 melanda Indonesia, Presiden Joko Widodo telah menyerukan gerakan untuk melawan virus tersebut.

"Pertama aksi kampanye nasional pemakaian masker pada Agustus, dilanjutkan kampanye nasional Jaga Jarak pada September lalu, dan ketiga adalah kampanye CTPS," ungkap Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Provinsi Bali Dian Nardiani.

Dia mengatakan, kampanye nasional CTPS berlangsung selama bulan Oktober yangbertepatan hari CTPS Sedunia. "Ini menjadi momen kampanye dan advokasi yang baik antar seluruh negara di dunia, khususnya Bali," sambungnya Kamis (15/10/2020).

Dikatakan, kesadaran untuk menjaga kehigienitasan masyarakat secara umum masih kurang ditambah dengan akses fasilitas CTPS yang masih terbatas. Data menunjukan, sekira 40 persen populasi di dunia tidak memiliki akses CTPS di rumah mereka.

"Kurangnya akses ini juga terdapat di sekolah, fasilitas umum, pusat transportasi, dan pasar. Kebersihan tangan saat ini menjadi sangat penting agar aman dari penyebaran Covid-19 dan penyakit menular lainnya,” Dian menambahkan.

Gerakann ini menjadi perilaku yang secara efektif dapat mencegah Covid-19 selain memakai masker dan menjaga jarak. Selain itu menjadi pilar kedua Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yakni pendekatan untuk mengubah perilaku ke arah lebih sehat.

Diketahui, STBM sendiri mencakup 5 pilar yang terdiri dari 1. Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS); 2.Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS); 3. Pengamanan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMRT); 4. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT); dan 5. Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLCRT).

Pandemi COVID-19 telah menjadi pengingat yang kuat bahwa salah satu cara paling efektif dan sederhana untuk menghentikan penyebaran virus dan berbagai penyakit menular lainnya adalah: mencuci tangan dengan sabun dan air atau yang tengah digencarkan dengan disiplin 3M.

Dian mengungkapkan, fasilitas cuci tangan dengan sabun dengan sabun di rumah, sekolah, fasilitas kesehatan, fasilitas umum, perkantoran, lokasi kerja lainnya, serta ruang publik sangat penting untuk menjaga anak, pemuda, lansia, tenaga kependidikan, tenaga kesehatan, pekerja aman dari penyebaran COVID-19 dan penyakit menular lainnya.

Dalam rangka meningkatkan akses ke fasilitas cuci tangan dan mempromosikan perubahan perilaku hidup bersih di Indonesia, dibutuhkan upaya terpadu untuk menciptakan budaya di mana menjaga kebersihan tangan ditetapkan sebagai norma sosial dan menjadi kebiasaan, atau gaya hidup setiap orang.

Kebersihan tangan dapat menyelamatkan nyawa. Pemerintah, bersama sektor swasta dan masyarakat sipil di Bali juga telah membentuk Kemitraan Swasta-Publik untuk Cuci Tangan Pakai Sabun (KSP-CTPS) untuk mempromosikan advokasi dan inisiatif berkelanjutan dalam meningkatkan praktik Cuci Tangan Pakai Sabun di Indonesia. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi