Donasi Buku Pelajaran dan Kuota Internet Memotivasi Belajar Saat Pandemi

Minggu, 04 Oktober 2020 : 10.34
Penyerahan bantuan diserahkan Turun Tangan Bali diwakili Deviana Safitri (Koordiantor Turun Tangan Bali) kepada Helena Hale selaku Direktur PKBM NMC di Gedung Aula Yayasan/ist.

Denpasar - Ditengah pandemi covid-19 masih banyak sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan untuk memberikan pelayanan kepada para siswa-siswinya. Salah satunya, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Niti Mandala Club (PKBM NMC) yang berlokasi di Jalan Tukad Unda No. 8 Denpasar, Bali.

Sekolah ini merupakan sekolah yang memiliki siswa special yakni penyandang disabilitas seperti down syndrome, hiperaktif, hipersensitif, autisme, gangguan pendengaran dan lainnya.

Pendidikan sekolah bisa membangun karakter bagi generasi muda. Pendidikan karakter ini sangat penting karena mengajarkan norma kesopanan, norma keagamaan, dan norma yang lainnya.

Dengan mengikuti semua norma tersebut generasi muda akan memiliki karakter yang kuat dimana diperlukan untuk membangun dan memajukan bangsa.

Pendidikan sekolah juga berfungsi untuk memberantas kebodohan Kebodohan adalah musuh yang nyata sehingga harus diberantas dan diantisipasi. Dengan mengenyam pendidikan di sekolah wawasan akan menjadi luas, pikiran menjadi terbuka, dan ilmu yang didapatkan semakin bertambah.

Sebagian lainnya adalah anak-anak putus sekolah yang berasal dari keluarga yang tidak mampu atau merupakan korban tindak kekerasan dalam rumah tangga.

Sebagai bentuk kepedulian dan aksi nyata terhadap dunia pendidikan. Komunitas Turun Tangan Regional Bali bersama para relawan memberikan bantuan buku pelajaran tingkat SD-SMA dan dana operasional pembelian kuota internet Rp 500.000.

Penyerahan bantuan diserahkan Turun Tangan Bali diwakili Deviana Safitri (Koordiantor Turun Tangan Bali) kepada Helena Hale selaku Direktur PKBM NMC di Gedung Aula Yayasan, Sabtu 3 Oktober 2020.

Helena Hale berterimakasih kepada Komunitas Turun Tangan Bali yang peduli terhadap sekola yang dikelolanya secara swadaya.

"Terimakasih kepada Turun Tangan Bali,bantuan ini sangat bermanfaat dan kedepannya bisa terus menjalin kerjasama dengan mendukung kegiatan belajar mengajar disini," tandas wanita yang telah mengabdi selama 12 tahun disekolah inklusif ini.

Project Leader Donasi Buku dan Kuota yakni Alyuprayitno Umbu Makaborang atau akrab disapa Ino mengatakan bahwa kegiatan penyerahan donasi Turun Tangan Bali di Sekolah Non Formal Niti Mandala Club, merupakan salah satu contoh aksi nyata kami sebagai anak-anak muda untuk berkontribusi di dunia Pendidikan.

Ditambah lagi kegiatan yang dilakukan Turun Tangan Bali ini sangatlah tepat sasaran dimana di lakukan di sekolah non formal yang masih banyak memiliki keterbatasan terkait anggaran pengembangan sarana dan fasilitas pendukung proses belajar mengajar.

Sehingga peran kita sebagai komunitas sosial seperti Turun Tangan Bali sangat diperlukan.

"Sekecil atau sesederhana apapun yang telah kita lakukan tentunya itu sangat berpengaruh terhadap proses belajar dan meningkatkan motivasi belajar anak-anak didik," tegas pemuda kelahiran Waingapu, 06 Juni 1995 ini.

Hafy Muhammad Sucipto atau akrab disapa Hafy, sebagai relawan antusias mengikuti kegiatan.

"Kesan saya mengikuti relawan tadi sangat tinggi karena ada moment kebersamaannya kembali walaupun lagi pandemi corona, senang bisa membantu orang," ungkap pelajar SMK TI Global Jimbaran ini.(rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi