Demo Ribuan Massa Tolak UU Cipta Kerja di Probolinggo, Dua Mahasiswa Terluka

Kamis, 08 Oktober 2020 : 21.27
Demo ribuan massa menolak UU Cipta Kerja Omnibus Law di Probolinggo Jawa Timur/foto:Syahroni Sakti Istione

Probolinggo - Demo ribuan masa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur berlangsung ricuh mengakibatkan dua orang mahasiswa terluka dalam aksi ini.

Massa gabungan aktivis pemuda dan mahasiswa menyampaikan aspirasi menuju ke kantor DPRD Kabupaten Probolinggo, Kamis (8/10/2020).

Mereka bergerak dari titik kumpul Lapangan Pajarakan.menuju ke Kantor DPRD Probolinggo yang berjarak 2km dari titik kumpul. Akibat aksi longmarch ini, jalan raya Pantura macet.

Setiba di depan kantor DPRD Kabupaten Probolinggo. massa pendemo berorasi, menyampaikan tuntutan penolakan mengenai UU Cipta Kerja atau Omnibus Law.

"Kita bersama temen temen mahasiswa dan aktivis pemuda.menolak UU Cipta Kerja ini, karna sangat merugikan kaum buruh dan rakyat kecil," seru seorang pedemo.

Mereka berharap pemerintah dan wakil rakyat bisa membatalkan UU tersebut. Mereka ditemui Ketua DPRD Probolinggo Andi Suryanto Prabowo. "Keinginan kami juga sama dengan kalian semua, juga menolak UU Cipta Kerja," tegasnya.

Andi mempersilahkan perwakilan mahasiswa masuk gedung kantor dewan untuk membahas tentang tuntutan penolakan UU Cipta Kerja yang dinilai merugikan kaum buruh dan rakyat kecil.

Kericuhan dalam aksi demo di DPRD Kabupaten Probolinggo/foto: Syahroni Sakti Istione

Namun, belum selesai membahas tuntutan mereka. di diluar gedung dewan, terjadi kericuhan dengan aparat.

Kericuhan ini membuat dua mahasiswa pendemo terluka. Kericuhan berawal dari mahasiswa pendemo menjebol pagar kantor dewan sehingga aparat Polres Probolinggo menghalang aksi massa yang anarkis dengan menembakkan gas air mata.

Sempat terjadi kerumunan masa pendemo hingga mereka mundur berlari ke sawah berada di seberang jalan di depan dewan. Namun tak lama berselang, masa pendemo membalas polisi dengan melempari batu.

Diduga lemparan batu itulah yang megenai dua mahasiswa lainnya hingga terluka.

Perwakilan mahasiswa dan pemuda bertemu Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo/foto:Syahroni Sakti Istione

Akibat kericuhan ini, membuat fasilitas kantor DPRD Probolinggo rusak seperti kaca depan, kedua pos penjagaan pecah, atap genteng pos juga pecah. Selain itu, papan nama dan pagar juga rusak.

Atas kejadian ini, Andi Suryanto menyayangkan aksi yang berakhir ricuh tersebut. "Kami akan mengirim perwakilan untuk membawa tuntutan mahasiswa tentang penolakan UU Omnibus Law kepada DPR RI," tegas Andi. (ron)

Bagikan Artikel

Rekomendasi