Demi Hukum dan Keadilan, KPKNL Diminta Lelang Hotel Kuta Paradiso

Senin, 05 Oktober 2020 : 06.32
ilustrasi/net

Denpasar - Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Denpasar diminta melaksanakan lelang eksekusi terhadap Tanah dan Bangunan Hotel Kuta Paradiso demi kepastian hukum dan keadilan.

Kuasa Hukum Alfort Capital Limited, Sendi Sanjaya, S.H., M.H. menyatakan lelang eksekusi terhadap Tanah dan Bangunan Hotel Kuta Paradiso harus dilaksanakan demi hukum dan keadilan.

Sendi mengungkapkan, lelang eksekusi yang akan dilaksanakan tanggal 6 Oktober 2020 sah secara hukum dan harus dilaksanakan demi hukum dan keadilan.

Dia membeber, lelang eksekusi ini dilaksanakan berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap yakni Putusan Pengadilan No. 27/Pdt.G/2011/PN.Jkt.Pst/ jo. No. 187/PDT/2012/PT.DKI jo. No. 1300 K/Pdt/2013 jo. No. 232 PK/Pdt/2014 jo. No. 531 PK/Pdt/2015 yang mana telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap”.

Pernyataan Sendi ini sekaligus untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat juga bertujuan menanggapi pemberitaan dari Edy Nusantara selaku Kuasa Fireworks Ventures Limited baik di media cetak maupun elektronik yang menyatakan bahwa Negara harus melindungi hak hukum Fireworks.

Jika Edy Nusantara meminta negara melindungi hak hukum Fireworks, maka Indonesia sebagai negara hukum sangat wajib melindungi hak hukum Alfort Capital Limited sebagai pihak pemohon lelang eksekusi berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

"Lelang eksekusi Hotel Kuta Paradiso haruslah dilaksanakan demi memberikan keadilan dan kepastian hukum,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Senin (5/10/2020).

Atas pernyataan Fireworks sebagai pemegang piutang PT. GWP karena mengambil alih hak tagih dari PT. Millenium Atlantic Securities yang memenangkan lelang PPAK VI yang diselenggarakan oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Sendi menegaskan klaim tersebut tidak berdasarkan fakta hukum sebenarnya.

Ditegaskan, lelang PPAK VI yang diselenggarakan BPPN hanya menjual asset kredit yang berasal dari Bank PDFCI, Bank Rama dan Bank Dharmala.

Jadi, tidak seluruh piutang beralih kepada BPPN. Maka klaim Fireworks tersebut merupakan klaim yang mengada-ada dan kami akan segera melakukan segala upaya hukum terhadap klaim Fireworks yang tidak benar tersebut.

Pihaknya kembali menegaskan, lelang eksekusi terhadap tanah dan bangunan hotel bintang lima itu, telah melewati seluruh proses dan tahapan serta telah memenuhi aturan hukum.

Karenanya, dia berharap masyarakat dan instansi terkait lainnya tidak terpengaruh dengan pemberitaan yang tidak benar disampaikan pihak Fireworks maupun PT. Geria Wijaya Prestige.

Terhadap siapapun yang berminat membeli objek lelang eksekusi tersebut, agar dapat segera ikut serta dalam proses lelang dengan mengikuti seluruh ketentuan yang di atur oleh KPKNL Denpasar yang dapat dilihat dan di akses melalui https://lelang.go.id. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi