Dampak Pandemi, Diperkirakan Ekonomi Masyarakat Mulai Pulih Pertengahan Tahun 2021

Rabu, 14 Oktober 2020 : 23.15
Deputi Direktur Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali M Setyawan Santoso/foto:Ahmad Rizki Aulia

Denpasar - Deputi Direktur Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali M Setyawan Santoso menyatakan setelah melewati kondisi normal baru aktivitas masyarakat akan memasuki post new normal atau next normal yang diperkirakan akan berlangsung hingga bulan Juni tahun 2021 baru bisa pulih sekira 50 persen.

M San, sapaannya, menyampaikan itu di depan peserta pelatihan wartawan ekonomi yang digelar Bank Indonesia Provinsi Bali di Denpasar, Rabu (14/10/2020).

Dia memaparkan, Bank Indonesia bergerak pada kebijakan moneter. Artinya, tugas Bank Indonesia mengatur jumlah pertumbuhan perekonomian masyarakat dan mengatur kestabilian nilai rupiah.

Sedangkan, inflasi terbagi 3 yaitu, Inflasi inti atau core inflantion, inflasi harga makanan atau volatile food, & Administered price, contohnya naiknya harga BBM.

"Kita optimis pertumbuhan ekonomi akan membaik di masa mendatang dengan adanya pertumbuhan ekonomi di beberapa negara,” M San saat menyampaikan perkembangan ekonomi terkini “Bali Recent Economic Development”.

Pelatihan Wartawan Ekonomi berlangsung selama tiga hari hingga Jumat (16/10) menghadirkan sejumlah pembicara baik dari BI, kalangan media serta pihak Kemenparekraf dan Pemprov Bali.

Dikatakan Amerika pertumbuhannya membaik dari minus 8 bisa jadi minus 4 persen. Tiongkok bahkan sudah positif, demikian pula Vietnam. “Jadi ini bisa pengaruhi ekonomi Indonesia menuju lebih baik karena ekspor dan impor akan bergerak,” tambahnya.

Untuk Bali, pertumbuhan ekonomi belakangan ini juga mulai membaik. Hal itu didukung antara lain dari sisi konsumsi RT triwulan III yang membaik. Juga perkembangan mobilitas retail serta rekreasi terus membaik.

“Perkembangan kegiatan usaha perdagangan triwulan III lebih baik dari triwulan II. Perkembangan penjualan eceran juga naik,” tambahnya.

Kepala Divisi PSBI Departemen Komunikasi Bank Indonesia Nita A. Muelgini yang menyampaikan materi tentang Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) menjelaskan ruang lingkup program sejenis CSR ini untuk membantu UMKM, jasa, petani termasuk pendidikan, lingkungan hidup dan penanganan bencana seperti Covid-19.

Nita menambahkan program ini juga meliputi pemberdayaan perempuan, penguatan pariwisata dan pelestarian budaya.

Juga menyangkut SDM unggul dengan memberikan bea siswa dimana sampai saat ini sudah sebanyak 27.200 mahasiswa tersebar di 175 PT (Perguruan Tinggi) yang menerima melalui komunitas GenBI (Generasi Baru Indonesia).

“PSBI ini ingjn membantu program pemerintah menciptakan SDM unggul,” ujarnya. Dalam materi lainnya, tentang tennik wawancara yang Efektif disampaikan Fahmi Achmad ( Wakil Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia).

Fahmi mengingatkan wartawan agar menjaga etika saat wawancara seperti minta izin terlebih dahulu dan memperkemalkan diri. Hindari pertanyaan yang jawabannya "iya" dan "tidak", Kalau bisa menanyakan dengan menggunakan kata "mengapa" dan "kenapa".

"Jangan terlalu mengandalkan rekaman dari handphone kalau bisa juga catat di block note," Fahmi menambahkan.

Sementara itu, saat menyamaikan materi Tehnik Editing Artikel, Kepala Desk Ekonomi Harian Kompas, Dewi Indri Astuti menyampaikan tahapan - tahapan menulis berita, menuangkan secara sederhana agar mudah di pahami.

Kemudian, melakukan Konfirmasi kepada semua pihak, didukung dengan data, dan cara pandang visual. "Cara menulis berita ekonomi kita harus paham apa yang akan kita tulis, kita harus menyederhanakan, sisipkan data penunjang, konfirmasi, dan visual thingking," Dewi memaparkan.

Dewi mengingatkan, berita ekonomi itu harus didukung oleh data.Jangan berhenti mencari data dan data bisa didapat di mana pun. (riz)

Bagikan Artikel

Rekomendasi