Bupati Klungkung: Desa Wisata Harus Didukung Administrasi yang Baik

Sabtu, 31 Oktober 2020 : 08.03
rapat Pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Klungkung tahun 2020 bertempat di Balai Banjar Kwan Desa Besan Jumat (30/10/2020)/ist

Semarapura - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengingatkan potensi wisata desa yang sudah digarap dengan baik, harus pula didukung administrasi yang bagus.

Itu disampaikan Suwirta saat didampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Klungkung Ida Bagus Ketut Mas Ananda menghadiri rapat Pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Klungkung tahun 2020 bertempat di Balai Banjar Kwan Desa Besan, Jumat (30/10/2020).

Agendanya, pembentukan pengurus Media Komunikasi (Medkom) Kabupaten Klungkung dan dalam pelaksanaan rapat serta pembentukan pengurus dilaksanakan dengan menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19.

Koordinator media Komunikasi Pokdarwis Wayan Malendra menyatakan pembentukan pengurus untuk mempererat silahturahmi, memperlancar komunikasi dan koordinasi antara anggota Pokdarwis dari masing-masing desa.

Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Klungkung Anak Agung Gde Putra Wedana menyebutkan terdapat di 18 desa wisata terdiri dari 9 desa wisata di Klunkung Daratan dan 9 desa wisata ada di Kepulauan Nusa Penida.

Desa yang memiliki pokdarwis saat ini yakni, Desa Bakas, Timuhun, Tihingan, Tegak, Kamasan, Gelgel, Paksebali, Besan, Desa Pesinggahan.

Sedangkan Desa yang belum berstatus desa Wisata tetapi memiliki Pokdarwis Desa Akah dan Pokdarwis Desa Aan. Di Kecamatan Nusa Penida yakni Pokdarwis Desa Lembongan.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam sambutannya menyampaikan pokdarwis merupakan bagian terkecil dari pembangunan desa, tetapi secara keseluruhan pembangunan desa dapat mendukung desa wisata.

Pada situasi pendemi ini, para Pokdarwis dalam melakukan pengembangan terhadap potensi desa yang dimiliki masing-masing desa, harus melakukan koordinasi secara vertical dan horizontal dengan baik.

Bupati Suwirta berpesan kepada Pokdarwis agar dalam membangun suatu potensi yang dimiliki oleh Desa, jangan hanya sekedar mengadakan rapat saja, tetapi diimbangi dengan terjun langsung ke lapangan bersama stake holder terkait dan harus memiliki komitmen.

Dia berpesan agar koordinasi antara perbekel dan bendesa di masing-masing desa dengan Pemkab Kabupaten dapat ditingkatkan.

“Sesampai di desa masing-masing agar perangkat Desa dapat mengajak stake holder terkait dan masyarakat di Desa untuk melakukan pemetaan dan perencanaan besar terhadap potensi yang ada di desa masing-masing,” pintanya.

Apabila desa ingin mengembangkan potensi wisata di desa masing-masing, hal tersebut dapat dilakukan dengan hal yang sederhana, seperti membuat lingkungan desa bersih, indah.

Program 100:0:100 yakni pemenuhan 100% akses layak air minum, pengurangan kawasan kumuh menjadi 0%, dan pemenuhan 100% akses sanitasi dapat berjalan dengan baik dan hal lain-lainnya.

“Potensi wisata desa sudah digarap dengan baik, apabila objek wisata dan pengelolaannya sudah bagus, serta didukung dengan administrasi yang bagus pula,” ujar Suwirta.

Apabila di desa tidak memiliki potensi desa yang dapat digarap, jangan berkecil hati, karena desa tersebut bisa menjadi pendukung dari potensi desa yang dimiliki desa tetangganya.

Dia telah menugaskan dinas pariwisata untuk membuat list mengenai desa berpotensi. Pengurus terpili diharapkan, dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Turut hadir Camat Dawan I Dewa Gede Widiantara, Camat Klungkung I Ketut Arie Gunawan. (nik)

Bagikan Artikel

Rekomendasi