BI: Stimulus Fiskal Kunci Penopang Perekonomian Saat Pandemi

Sabtu, 17 Oktober 2020 : 00.00

Denpasar - Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi menegaskan dalam menghadapi masalah pandemi ini, selain penanganan sisi kesehatan, stimulus fiskal menjadi kunci penopang roda perekonomian.

Rosmaya memaparkan di sisi global, ketidakpastian masih cukup substansial dengan dinamika politik menjelang Pemilu US yang berpengaruh pada perundingan besaran stimulus fiskal lanjutan.

"Selain penanganan dari sisi kesehatan, stimulus fiskal menjadi kunci penopang roda perekonomian," katanya dalam “Bincang Maya Torism Industry Post COVID-19 ,Survival anda Revival Strategy, Jumat (16/10/2020).

Isu geopolitik juga menjadi sumber ketidakpastian khususnya dari ketegangan hubungan dagang US dan China serta Brexit antara UK dan Uni Eropa.

Perkembangan lainnya,berdampak pada kinerja perdagangan dunia dan potensi terbatasnya aliran modal ke emerging market yang dapat menahan penguatan mata uang termasuk Rupiah kita.

Meski demikian, kita melihat berlanjutnya pemulihan ekonomi global dari sejumlah indikator dini di bulan September 2020, seperti mobilitas masyarakat, keyakinan konsumen di AS dan kawasan Eropa dan Purchasing Managers’ Index baik manufaktur dan jasa di beberapa negara emerging market, China masih memimpin pemulihan ekonomi dengan stimulus fiskal termasuk se sektor infrastruktur.

Hal ini tentunya memberikan optimisme pada dukungan kenaikan volume perdagangan baik barang maupun jasa khususnya pariwisata serta harga komoditas.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho menjelaskan, kondisi pandemi COVID-19, jajaranya terus aktif bersama pemerintah daerah dan pelaku pariwisata seperti PHRI dan BHA memikirkan, mencari dan mengusulkan solusi upaya guna memulihkan pariwisata Bali kembali normal seperti sedia kalah," jelanya.

Sedangkan langkah diambil turut memberikan jalan keluar perihal strategi untuk bertahan dimasa krisis dan strategi bangkit dari keterpurukan tersebut.

Sebagai Wakil Ketua Tim Pemulihan Ekonomi Provinsi Bali, pihaknya juga aktif memberikan solusi mengenai tata cara new normal dan new spririt melalui sistim pemabayaran nontunai dengan QRIS,” kata Trisno Nugroho.

Kampanye pemenfaatan QRIS dilakukan kepada pasar, DTW serta atraksi seperti Uluwatu Monkey Forest, bahkan juga melakukan kerja dengan TNI untuk penggunaan QRIS.

Acara Bincang Maya menghadirkan nara sumber, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, pebisnis nasional Sandiaga Uno.

Sementara undangan VIP Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI Bali) Riski Ernadi Wimanda, Ketua Bali Tourism Board Ida Bagus Agus Partha Adnyana, CEO Bali Levie Lantu dan Katua Kadin Bali Made Ariandi. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi