BI Ajak Kaum Milenial Bali Patuhi Protokol Kesehatan Saat Pandemi

Kamis, 01 Oktober 2020 : 21.42
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho/Kabarnusa

Denpasar - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bali mengajak semua elemen masyarakat termasuk kaum milenial seperti mahasiswa untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam berbagai kegiatan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali Trisno Nugroho mengungkapkan, protokol kesehatan dilaksanakan secara ketat dalam berbagai kegiatan baik di lingkungan kantor maupun kegiatan di luar yang diselenggarakan BI.

"Bank Indonesia dalam melakukan kegiatan di masa pandemi ini, melaksanakan protokol kesehatan yang ketat, kegiatan lebih banyak menggunakan online atau daring," ungkap Trisno kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

Pihaknya sangat membatasi kegiatan yang mempertemukan orang. Dengan kata lain, kegiatan sifatnya fisik bertemu orang, benar-benar sangat dibatasi. Dijelaskan Trisno, format kegiatan yang digelar dengan Hybrid Event-online dan fisik.

Seperti pada kegiatan terakhir terkait peningkatan kapasitas para penerima beasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI) di Nusa Dua Rabu 30 Oktober 2020.

Mulai tempat pertemuan, peserta, narasumber yang dihadirkan, tetap mengedepankan protokol kesehatan, seperti semua memakai masker, posisi duduk narsumber dan peserta dengan menjaga jarak. Demikian juga, jumlah peserta diatur dibatasi tidak sampai lebuh dari 30 peserta.

Saat pelaksanaan webiner, berjalan dengan baik, paparan tema hingga diskusi tetap bisa berjalan lancar dan tertib sebagaimana harapan Satgas Covid-19.

Pihaknya, akan terus melaksanakan prokes ini secara ketat, agar tidak terjadi klaster baru penyebaran COvid-19, program dan kegiatan kami terus dijalankan untuk membantu Bali tetap bergerak dan maju," tandas mantan Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta itu.

Diharapkan, gerakan kesadaran akan pentingnya menjaga protokol kesehatan seperti memakai masker yang ditanamnkan kepada kaum milenial seperti mahasiswa ini, bisa mengubah perilaku yang positif agar tidak abai terhadap ancaman pandemi Covid-19 di Bali yang berdampak terhadap segala aspek kehidupan masyarakat di Pulau Dewata. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi