Usaha Garam Beryodium "Uyah Kusamba" Diharapkan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Klungkung

Kamis, 17 September 2020 : 18.29
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menjadi narasumber advokasi Pemda dalam rangka Pengawasan Garam Konsumsi sebagai salah satu pangan Fortifikasi (lewat aplikasi zoom)/ist.

Semarapura - Keberadaan usaha produksi garam beryodium "Uyah Kusamba"  diharapkan mampu membuka lapangan kerja dan mampu meningkatkan ekonomi di masyarakat di Kabupaten Klungkung.

Hal itu disampaikan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat menjadi Narasumber pada kegiatan advokasi Pemda dalam rangka Pengawasan Garam Konsumsi sebagai salah satu pangan Fortifikasi (lewat aplikasi zoom) di Kamis (17/9/2020).

Dalam kegiatan yang dibuka Kepala Badan POM RI Dr. Penny K. Lukito diungkapkan, Kabupaten Klungkung yang memiliki banyak potensi yang mendukung dalam pembuatan garam, salah satunya tersedianya sumber daya alam (SDA) yang melimpah dan berkualitas, lahan yang tersedia untuk pembuatan garam juga cukup luas kurang lebih 10.800 meter persegi untuk 18 petani dengan rata-rata lahan 6 sampai dengan 7 are per pertani.

"Metode pembuatan garam pun masih sangat tradisional dengan alat yang masih manual sehingga menjadi daya tarik wisatawan untuk datang dan melihat pembuatan garam di Kusamba, dengan kata lain produksi uyah kusamba juga mendukung sektor pariwisata di Kabupaten Klungkung," tutur Suwirta.

Pihaknya melakukan sinergi antara pemda dan pelaku usaha dalam memproduksi garam beryodium sekaligus pendistribusian uyah kusamba.

Agar hasil produksi optimal, Pemda memberikan bantuan mesin pompa untuk petani garam, bantuan mesin pencampur dan pengemasan untuk produsen garam beryodium, bantuan mesin pengering untuk mengurangi kadar air pada garam.

Dengan bantuan tersebut, saat ini rata-rata produksi garam beryodium mencapai 2 ton per bulan. Untuk memperolah hasil yang maksimal, pihaknya melakukan studi banding serta mendorong petani muda milineal untuk bertani garam, agar kedepan petani garam tradisional tidak punah.

Dalam pendistribusiannya, Suwirta menyampaikan, Koperasi LEEP Mina Segara Dana mendistibusikan uyah kusamba ke PT. Mitra Gema Santi yang selanjutnya didistribusikan ke Pemda yang dimana seluruh PNS diharuskan membeli garam beryodium "Uyah Kusamba" tersebut.

Selain itu ada 18 toko swalayan, 8 Koperasi, dan 1 BUMDES yang menjadi titik pendistibusian uyah kusamba. Dia berharap usaha garam beryodium "Uyah Kusamba"  mampu membuka lapangan kerja dan mampu meningkatkan ekonomi di masyarakat.

Kepala Badan POM RI yakni Dr. Penny K. Lukito, MCP menyampaikan, Sesuai dengan amanat pada Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan, pemerintah berwenang dalam menetapkan fortifikasi pangan dan memberlakukan secara wajib.

Program pangan fortifikasi ini merupakan program lintas sektor kementerian kesehatan, perindustrian, perdagangan, dan lain-lain termasuk pemerintah daerah, dan dalam hal ini Badan POM mempunyai tugas dan wewenang melaksanakan pengawasan pangan fortifikasi.

Khusus produk garam fortifikannya adalah yodium dan merupakan produk yang wajib memenuhi SNI serta registrasinya harus di Badan POM, sehingga Badan POM mempunyai kewajiban melakukan pengawasan terhadap produk tersebut mulai dari sarana produksi, distribusi, pengecer, melakukan sampling dan uji laboratorium serta melakukan monitoring label dan periklanan. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi