Tak Bermasker, Banyak Warga Terjaring Operasi Yustisi Protokol Kesehatan di Demak

Senin, 28 September 2020 : 15.24
Operasi tersebut digelar petugas gabungan Polres Demak, Kodim 0716 Demak, Satpol PP Kabupaten Demak dan SPDP (satuan penegak disiplin protokol) kabupaten Demak di sejumlah lokasi sejak 15 September 2020/Agus Nugroho Purwanto.

Demak - Para pelanggar yang terjaring Operasi Yustisi Protokol Kesehatan dalam sepekan terakhir di Kabupaten Demak Jawa Tengah kebanyakan karena tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah.

Operasi tersebut digelar petugas gabungan Polres Demak, Kodim 0716 Demak, Satpol PP Kabupaten Demak dan SPDP (satuan penegak disiplin protokol) kabupaten Demak di sejumlah lokasi sejak 15 September 2020.

Pelanggar yang terjaring operasi yustisi diberikan sosialisasi mengenai pentingnya penggunaan masker untuk mencegah penularan covid19. Mereka terjaring operasi yustisi yang dilaksakanan Polres Demak dan gabungan kodim 0716 Demak.

"Setiap harinya jajaran Polres Demak juga menggelar operasi yustisi bersama TNI dan Satpol PP," kata Iptu Margianta Humas Polres Demak, Senin (28/9/2020). Ia mengatakan, para pelanggar tersebut diberi sanksi teguran, sanksi sosial, hingga sanksi administrasi.

Rata-rata bentuk pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah. Selain diberi sanksi, kata Arief, para pelanggar juga diedukasi mengenai pentingnya menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Petugas bahkan memberikan masker kepada warga yang kedapatan tidak mengenakannya setelah menjalani sanksi yang diberikan. Pelanggar yang disanksi administrasi berupa denda ialah mereka yang benar-benar tidak membawa masker.

Jika warga yang membawa masker tetapi tidak mengenakannya dan terjaring operasi yustisi, maka biasanya petugas hanya memberikan sanksi sosial. "Melalui operasi yustisi ini diharapkan kesadaran masyarakat Kabupaten Demak meningkat dalam mematuhi protokol kesehatan," imbuhnya. (anp)

Bagikan Artikel

Rekomendasi