Setelah Covid-19 Reda, Konjen Zhu Xinglong Dorong Wisman Cina ke Bali

Jumat, 18 September 2020 : 23.22
Gubernur Koster Bali I Wayan bertemu Konsul Jenderal RRT di Denpasar Zhu Xinglong, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Jumat (19/9/2020)/ist.

Denpasar - Setelah pandemi Covid-19 reda maka Pemerintah Cina akan mendorong warganya untuk beriwasata ke Pulau Dewata Bali.

Hal itu terungkap saat pertemuan Gubernur Koster Bali I Wayan bertemu Konsul Jenderal RRT di Denpasar Zhu Xinglong, di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Jumat (19/9/2020).

Konjen Zhu Xinglong mengatakan, merupakan sebuah kehormatan dan tanggung jawab yang besar, saat dirinya diberikan mandat untuk menjadi Konsul Jenderal RRT di Denpasar.

“Saya berkomitmen untuk terus menjaga hubungan persahabatan yang telah terjalin baik, dan secara aktif mendorong kerjasama dan pertukaran antara Tiongkok dan Indonesia, terutama dengan Bali,” ujarnya.

Secara pribadi pun, dia ingin menjalin persahabatan baik dengan Gubernur Koster beserta jajaran. Konjen Zhu juga menitikberatkan kondisi terkini pada saat kedua negara sedang bergandengan tangan dalam memerangi pandemi Covid-19.

“Kami akan terus memberikan dukungan mulai dari bantuan sembako hingga peralatan medis, untuk mempercepat pemulihan Bali,” ucapnya.

Pihaknya berjanji,  setelah situasi kembali pulih akan membantu mempromosikan pariwisata Bali kepada warga negara Tiongkok. “Dan setelah semuanya pulih, kami akan dorong kembali kunjungan warga Tiongkok ke Bali,” tutupnya.

Pada kesempatan ini juga digunakan Gubernur Koster untuk mengucapkan terima kasih sekaligus mengapresiasi terhadap bantuan dan dukungan yang telah diberikan pemerintah RRT dalam upaya penangangan pandemi Covid-19 di Bali.

“Dalam kaitan dengan penanganan, kami juga sudah menerina bantuan dari pemerintah Tiongkok berupa masker, APD (Alat Pelindung Diri, red) dan lainnya. Untuk itu, kami ucapkan terimakasih,” ucap Gubernur Koster.

Selanjutnya Gubernur pun memberikan penjelasan tentang perkembangan penangan Covid-19 di Bali. Penjelasan ini sangatlah penting, hal ini mengingat jumlah total kunjungan wisatawan asing ke Bali masih didominasi turis asal Negeri Tirai Bambu tersebut.

“Jumlah wisatawan Tiongkok selama ini terus meningkat. Tahun 2019 lalu, jumlah yang datang mencapai 1,2 juta wisatawan. Dan pada awal tahun 2020, trennya juga meningkat, sampai akhirnya muncul situasi pandemi sehingga tidak memungkinkan,” terangnya.

Sedangkan menyangkut penanganan pandemi Covid-19 di Bali dan Indonesia, menurut Gubernur Koster secara umum sangat baik. “Secara nasional posisi Bali cukup baik dalam penanganan Covid-19. Namun kami tetap mohon bantuan mendukung penanganan Covid-19 di Bali,” ujarnya.

Terkait bidang kerjasama, selain bidang pariwisata, salah satu kerjasama yang cukup menonjol antara RRT dengan Bali adalah pada bidang pertanian. Sejumlah produk komoditas buah-buahan lokal Bali telah diekspor dan sangat diminati pasar Tiongkok.

“Ekspor buah-buahan, seperti manggis terus meningkat, terlebih saya dengar manggis Bali sangat disukai pasar Tiongkok. Selain itu, Bali juga punya buah unggulan lain yang tak kalah baik, seperti jeruk, salak, anggur dan mangga,” sebut Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi