Putri Koster Sebut TOSS Karangdadi Patut Jadi Percontohan

Selasa, 01 September 2020 : 12.33

Putri Koster yang didampingi sejumlah pengurus TP PKK Provinsi Bali nampak bersemangat memanen beberapa produk pangan, seperti kangkung, kacang tanah, tomat, terung ungu dan cabai./ist

 Klungkung
-Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengatakan Tempat  Olah Sampah Setempat (TOSS) di Banjar Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung bisa menjadi contoh kabupaten dan kota lainnya.

Putri Koster kunjungan kerja ke Kabupaten Klungkung, Senin (31/8/2020),Didampingi Bupati Klungkung Nyoman Suwirta dan Ketua TP PKK Klungkung Ny. Ayu Suwirta, Ny. Putri Koster meninjau sejumlah program unggulan di daerah berjulukan Gumi Serombotan itu.

Ia yang berkesempatan melakukan panen di kebun HATINYA PKK nampak antusias melihat hamparan tanaman pangan yang tumbuh subur di areal tersebut.

Menurutnya, pembuatan rumah contoh dan kebun HATINYA PKK di areal pengolahan sampah merupakan ide cemerlang.

Karena pupuk yang digunakan untuk merawat tanaman adalah kompos yang dihasilkan TOSS.

“Dengan demikian, kebun ini menghasilkan bahan pangan yang sehat tanpa pupuk kimia,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Putri Koster yang didampingi sejumlah pengurus TP PKK Provinsi Bali nampak bersemangat memanen beberapa produk pangan, seperti kangkung, kacang tanah, tomat, terung ungu dan cabai.

“Tak perlu jauh-jauh studi banding, ke sini saja sudah cukup,” pintanya.

Bupati Suwirta menerangkan, program TOSS adalah salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan sampah. TOSS merupakan program olah sampah menjadi energi alternatif.

Proses pengolahan TOSS dilakukan beberapa tahap. Proses pertama adalah pengumpulan sampah, kemudian peuyeumisasi dan briketisasi.

“Peuyeumisasi adalah teknik mengubah sampah menjadi gas menggunakan alat bio aktivator, kemudian gas tersebut digunakan sebagai bahan bakar menggerakkan generator untuk memproduksi listrik,” jelasnya.

Sedangkan briketiasi adalah teknik mengubah sampah menjadi bahan bakar briket,Suwirta berencana menggunakan briket itu sebagai bahan bakar industri pembuatan pindang yang banyak dilakukan nelayan di kawasan tesebut.

Selain itu, ia juga ingin TOSS menjadi tempat riset bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian. Saat ini, TOSS Karangdadi mengelola sampah lima kelurahan di Kota Semarapura.

Menurut Suwirta, keberadaan TOSS ini sejalan dengan program Gubernur Bali tentang pengolahan sampah di sumbernya.

Pada tahun 2021 mendatang, bupati asal Nusa Penida ini  menargetkan seluruh desa di Kabupaten Klungkung memiliki TOSS.(lif)

Bagikan Artikel

Rekomendasi