Pilkada Tabanan 2020, Jago PDIP Pasangan Jaya-Wira Daftar di KPU

Jumat, 04 September 2020 : 15.29
Pasangan Jaya-Wira didampingi istri masing-masing saat menggelar Jumpa Pers usai mendaftar di KPU

TABANAN - Menghadapi Pilkada 2020, Bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan yang diusung PDIP dan didukung Partai Gerinda dan PSI, pasangan calon bupati I Komang Gede Sanjaya dan calon wakil bupati I Made Edi Wirawan (Jaya-Wira) mendaftarkan di KPU Tabana, Jum'at (4/9/2020) pagi sekitar pukul 09.36.

Pasangan Jaya-Wira usai melakukan pendaftaran saat jumpa pers Komang Gede Sanjaya  mengungkapkan sesuai dengan instruksi DPP PDIP bahwa semua paslon yang diusung PDIP melakukan pendaftaran serentak ke KPU dimasing-masing wilayahnya hari ini, Jumat 4 September 2020.

Diitanya wartawan tentang target perolehan suara, Bacabup Tabanan Komang Gede Sanjaya  mengatakan pihaknya tidak muluk-muluk, namun melihat peningkatan perolehan kursi di DPRD sejumlah 28 kursi dari 40 kursi yang ada yang setara 70 persen dan dapat tambahan amunisi dari Partai Gerinda 3 kursi, maka bisalah bapak-ibu mempredisi perolehan suara kami. 

"Kami tidak muluk-muluk, namun perolehan suara pada pileg tahun 2019 lalu bisa menjadi kekuatan dasar kami," katanya tanpa menyebut target angka pasti.

Terkait strategi kampanye di masa pandemi, menurut Sanjaya, pihaknya sngat mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dan terkait kampanye kami sudah memiliki strategi khusus yang didukung mesin partai yang ada di tingkat banjar, desa, kecamatan dan kabupaten.

Di antaranya sudah jauh hari melakukan berbagai kegiatan sosialisasi bagaimana cara memenangkan setiap kegiatan politik. "Di masa  pandemi ini kami melakukan kegitan kampanye melalui media sosial dan media daring lainnya karena kami mematuhi protokol kesehatan Covid-19," katanya.

Sementara terkait pemetaan perolehan sura, menurut Sanjaya pihaknya selalu berpedoman pada hasil pemilu yang lalu baik saat pileg, pilkada, pilgub maupun pilpres.

"Kami memiliki data dari pemilu yang lalu terkait perolehan suara di masing-masing banjar, desa dan kecamatan, sehingga kami tahu mana daerah yang perlu dilakukan penggarapan yang lebih intensif", paparnya (gus)

Bagikan Artikel

Rekomendasi