Pesantren di Kulon Progo Sukses Budidaya Lele

Jumat, 25 September 2020 : 22.30

Yogyakarta - Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Muhsin, Bunder, Banaran Galur, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta sukses mengembangkan memperoleh hasil yang menggembirakan bantuan budidaya ikan lele dengan sistem bioflok.

Selama pandemi Covid-19 ini telah melakukan panen sebanyak 5 kali, sehingga total hasil panen ikan lele yang didapatkan sebanyak kurang lebih 3 ton.

Sebelumnya YPI Al Muhsin Kulon Progo menerima bantuan budidaya ikan lele sistem bioflok dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun 2019.

Bantuan diberikan berupa benih dan pakan ikan, konstruksi kolam, atap, prasarana/sarana dan peralatan operasional, serta obat dan vitamin ikan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menjelaskan bahwa akuakultur merupakan kegiatan yang bersifat ekonomi dan sangat cocok apabila diterapkan di lembaga pendidikan, seperti pesantren agar memberikan bekal pengalaman dan pengetahuan bagi para peserta didik di masa yang akan datang.

“Selain menunjang faktor ekonomi, kegiatan ini juga diharapkan dapat berperan dalam peningkatan kualitas SDM yang ada yakni dengan mengenalkan ikan sebagai sumber pangan yang dapat dibudidayakan dan juga menumbuhkan kebiasaan mengonsumsi ikan sejak usia dini kepada masyarakat,” ujar Slamet dalam keterangannya Jumat (25/9/2020).

Slamet menilai, peran aktif para santri dan pengurus dalam melakukan usaha budidaya ikan dengan baik, secara khusus akan berpotensi meningkatkan perekonomian pondok pesantren dan yayasan, dan secara umum juga berperan sebagai penopang kebutuhan ikan bagi masyarakat di sekitarnya.

“Jika potensi ekonomi yang ada dapat digerakkan secara maksimal, kemajuan dan kemandirian pesantren akan dapat dicapai bersama,” tutup Slamet.

Menurut data, pada tahun 2019 KKP telah menggelontorkan 260 paket bantuan budidaya ikan lele/nila sistem bioflok yang tersebar di 32 Provinsi dan 121 Kabupaten/Kota dengan nilai bantuan mencapai 44 miliar rupiah.

Pada tahun 2020 KKP berencana akan kembali mendistribusikan bantuan sebanyak 371 paket dengan nilai bantuan mencapai 73,4 miliar rupiah.

Ketua YPI Al Muhsin, Maryanto menegaskan bahwa bantuan budidaya ikan sistem bioflok ini memberikan manfaat yang berlipat, baik bagi yayasan maupun kepada masyarakat sekitar.

“Dari setiap kegiatan panen yang dilakukan, selain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi santri yang mencapai 396 orang, kami selalu menyisihkan hasil panen untuk dibagikan sebagai sedekah kepada masyarakat yang kurang mampu di sekitar yayasan”, jelas Maryanto.

Pihaknya mengusung konsep keberlanjutan usaha dengan melakukan re-investasi menebar benih di kolam yang telah dipanen. Guna memuluskan langkah ini, pihaknya melakukan kerja sama dengan pelaku usaha budidaya yang dapat menyediakan benih sekaligus membeli hasil panen yang dihasilkan.

“Selain menghasilkan ikan, air kolam budidaya bioflok ini juga kami integrasikan dengan menanam sayuran organik seperti cabai, tomat dan terong, yang hasil panennya cukup bagus dan mencukupi untuk menambah gizi dan konsumsi santri,” imbuhnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi