Pengendalian Inflasi Semakin Berat, Gubernur Bali Harapkan TPID Stabilkan Harga

Kamis, 10 September 2020 : 13.31
Pertemuan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali/ist

Denpasar - Bali menghadapi tantangan cukup berat dalam pengendalian inflasi sehingga semua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan pemangku kepentingan bisa kembali menstabilkan harga.

Oleh karena itu, Gubernur Bali I Wayan Koster dalam kegiatan ini, mendorong agar semua pemangku kepentingan, bersama-sama berupaya menjaga stabilitas harga di wilayah Bali.

"Ini sangat tepat dalam menjawab tantangan-tantangan ke depan dalam pengendalian harga," ujar Koster dalam sambutannya pada pertemuan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Bali, Kamis (10/9/2020).

"Semoga keberadaan dan kebersamaan kita dapat memberikan sinergi positif serta sumbangsih pemikiran bagi kesejahteraan perekonomian masyarakat di tengah Tatanan Kehidupan Era Baru pandemi Covid-19," harapnya dalam sambutan dibacakan Wakil Gubernur Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati.

Melalui pertemuan yang dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho ini, sebagai wujud dari semangat dan kuatnya komitmen bersama dalam upaya menjaga kestabilan harga dalam rangka pencapaian inflasi yang rendah dan stabil.

Pada Agustus 2020, inflasi Bali tercatat sebesar 0,49%, berada di bawah koridor yang ditetapkan pemerintah pada range 3,0% ± 1%. Kedepan, komitmen dan upaya anggota TPID perlu terus kita tingkatkan, mengingat tantangan pengendalian inflasi ke depan semakin berat.

Risiko datang dari ketergantungan pasokan bahan pangan dari luar Bali, penggunaan teknologi pertanian yang masih tergantung dengan cuaca.

Kemudian juga, kecepatan peningkatan kapasitas produksi komoditas pangan saat ini dipandang masih belum mampu mengiringi kecepatan peningkatan kebutuhan, terlebih menjelang Hari Besar Keagamaan khususnya di wilayah Bali sehingga mendorong urgensi akan kebutuhan strategi pengendalian inflasi.

Pengendalian mencakup aspek dari hulu ke hilir di tengah masih berlanjutnya pandemi COVID-19 yang turut member andil pada tekanan inflasi saat ini. Dengan adanya tantangan-tantangan tersebut, HLM TPID se-Provinsi Bali ini memegang peranan yang sangat penting.

"Kami memandang TPID yang telah terbentuk di seluruh kabupaten dan kota di Bali merupakan sebuah kekuatan. Langkah-langkah strategis untuk peningkatan aspek produksi dan peningkatan kualitas distribusi dapat terus didukung dan diupayakan secara nyata," tandasnya.

Oleh karena itu, kegiatan HLM ini, dia mendorong agar semua pemangku kepentingan, bersama-sama berupaya menjaga stabilitas harga di wilayah Bali dirasa tepat dalam menjawab tantangan-tantangan tersebut.

Koster juga berharap ada rumusan strategi yang dapat bermanfaat bagi perekonomian Bali. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi