Malioboro Mulai Ramai, Pelaku UMKM Optimis Pariwisata Yogyakarta Segera Pulih

Minggu, 06 September 2020 : 16.21
Suasana new normal Jalan Malioboro, Yogyakarta 6 September 2020/Agus Nugroho Purwanto

Yogyakarta - Para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan para pedagang kaki lima Malioboro optimis terus berbenah menyambut keadaan "new normal" atau tata kehidupan era baru menandai mulai berdenyutnya pariwisata di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Semenjak bulan Maret  2020, Jalan Malioboro yang selalu ramai, menjadi sepi pengunjung. Banyak gerai dan lapak souvenir atau pusat oleh oleh ditutup di kawasan yang menjadi target kunjungan wisatawan ini.

Ya, mulai bulan Juli lalu, setelah pemerintah menerapkan keadaan new normal atau tata kehidupan era baru, yang memberikan kesempatan pelaku ekonomi dan masyarakat menyambut dengan protokol ketat ditengah merebaknya virus Corona atau Covid-19. 

Pandemi Covid 19 ini, membuat seluruh sektor perekonomian dan pariwisata di kota Yogyakarta anjlok, menurun dan hampir tidak ada pengunjung. Pasalnya, terdapat pembatasan aktivitas atau perpindahan orang untuk menghindari kerumunan dan berkumpulnya orang dari luar daerah.

Para pedagang kaki lima maupun pemilik toko cinderamata mata dan oleh-oleh di Malioboro yakin bahwa adanya new normal, akan membuka kesempatan wisatawan dari luar kota Yogyakarta akan kembali lagi mengunjungi Yogyakarta/Agus Nugroho Purwanto.

Anjuran dan himbauan dari pemerintah untuk tidak beraktivitas di luar rumah membuat kota Yogyakarta yang sebelumnya menjadi tujuan wisatawan domestik dan mancanegara menjadi sepi, sehingga para pelaku bisnis dan UMKM pun menutup sementara toko dan tempat usahanya.

Diberlakukannya new normal, membuat optimisme masyarakat untuk kembali beraktivitas, dengan protokol dari Satgas Covid 19, memakai masker, mencuci tangan. Kemudian, menjaga jarak antar manusia dan bahkan disediakan pos pemeriksaan suhu tubuh pada saat memasuki area jalan Malioboro. 

Para pedagang kaki lima maupun pemilik toko cinderamata mata dan oleh-oleh di Malioboro yakin bahwa adanya new normal, akan membuka kesempatan wisatawan dari luar kota Yogyakarta akan kembali lagi mengunjungi Yogyakarta.

Mereka optimis Malioboro menjadi salah satu ikon kota Yogyakarta, akan kembali ramai dikunjungi wisatawan. Bergeliatnya perekonomian di kota Yogyakarta dapat dilihat dari geliat mulai ramainya Jalan Malioboro yang dikunjungi wisatawan lokal seperti dari Provinsi Jawa Barat dan Jawa timur. 

Pantauan Kabarnusa.com, suasana pada Minggu pagi, dilihat aktivitas olahraga dan jual beli souvenir bahkan para penjual makanan ringan pun ikut andil bagian untuk menyambut suasana new normal di Yogyakarta. 

Tidak sedikit wisatawan yang hanya sekedar jalan jalan pagi ke jalan Malioboro, keluar dari kamar hotel penginapan mereka untuk menyusuri sepanjang jalan dimalioboro. 

Para pedagang kaki lima juga sudah ada yang mulai buka dasar pada pukul 06.00 wib untuk mencoba peruntungan menunggu para wisatawan yang sudah mulai datang di pagi hari. 

"Kami biasanya akan menutup lapak malam hari pukul 22.00 untuk hari hari libur," ucap Budi, salah seorang pedagang di kawasan Malioboro.

Kondisi ini, membuat dirinya dan pedagang lainnya di kawasan ini, semakin yakin dan membangkitkan optimisme bahwa perekonomian akan segera kembali berputar.

"Sudah mulai ada yang order barang dagangan ke supplier, kami merasa yakin akan kebangkitan ini, untuk memulai beraktivitas kembali," tutur Budi sembari mengatakan, rata rata mereka para perajin souvernir ataupun oleh oleh khas Jogja. 

Para pedagang kaki lima dimalioboro berharap dengan keadaan new normal, wisatawan mulai berkunjung ke Yogyakarta, khususnya ke Malioboro.

Tentunya, dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 yang  mewajibkan warga memakai masker dan mencuci tangan sebelum memasuki area jalan Malioboro. (anp)

Bagikan Artikel

Rekomendasi