KKP Dorong Pengembangan Budidaya Tambak Udang Vaname

Sabtu, 12 September 2020 : 09.56
ketua pokdakan Mina Mekar Sejahtera Ikhsan mengatakan alasan beralih menjadi petambak udang intensif karena awalnya selama 2 tahun produksi yang ia jalani mengalami kegagalan panen./ist

Muaragembong - Kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) mulai menggeluti usaha budidaya tambak udang vaname sejak tahun 2018 dengan sistem konvensional dan Tahun 2020 ini, pokdakan Mina Mekar Sejahtera melakukan revitalisasi model tambaknya dari konvensional menjadi tambak intensif.

Ketua pokdakan Mina Mekar Sejahtera Ikhsan mengatakan alasan beralih menjadi petambak udang intensif karena awalnya selama 2 tahun produksi yang ia jalani mengalami kegagalan panen.

“Selama usaha budidaya tambak udang vaname dengan sistem konvensional, produktivitas yang kami peroleh 100-200 kg/ Ha”, ujar Ikhsan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsapp. Jumat (11/09/2020).

Ikhsan optimistis mulai beralih ke tambak udang insentif menggunakan lahan seluas kurang lebih 10 Ha dengan petakan kolam sebanyak 43 kolam, luas masing masing kolam 1.000 m2 dan diisi benih udang vaname dengan kepadatan 200 ekor/m2.

Luas lahan kolam budidayanya hanya kurang lebih 4,3 Ha, sedangkan sisanya untuk kolam treatment dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan jumlah anggota sebanyak 75 orang yang mayoritas merupakan penduduk asli Muaragembong.

“Dengan selalu menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dalam pengelolaan proses produksi usaha budidaya tambak udang, kami optimistis bisa berhasil meningkatkan produktivitas kami dan mendapatkan keuntungan berlipat-lipat. Harapan kami, produksi kami bisa mencapai berkisar 70 ton/ tahun, sehingga diperkirakan kami akan memperoleh omzet sekitar Rp 5,6 milyar per tahun”, harap Ikhsan.

Ikhsan menambahkan memilih usaha budidaya tambak udang, karena udang merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan peluang pasar ekspor yang tinggi.

“Meski pandemi Covid-19 masih terus berlangsung, namun usaha budidaya tambak udang tetap menjadi andalan usaha budidaya di Indonesia. Selain itu menjadi petambak udang vaname adalah usaha yang menjanjikan dan ikut berkontribusi pada upaya penyerapan tenaga kerja apalagi saat ini banyak orang ter PHK akibat terdampak Covid-19”, tegas Ikhsan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengapresiasi usaha budidaya tambak udang yang dilakukan pokdakan Mina Mekar Sejahtera.

“Usaha budidaya tambak udang Mina Mekar Sejahtera ini merupakan kegiatan lanjutan dari kagiatan yang pernah dihadiri oleh Bapak Presiden RI di Kecamatan Muaragembong sebelumnya. Beliau berharap lahan-lahan di Muaragembong bisa terus dioptimalkan manfaatnya bagi kepentingan ekonomi masyarakat dan tentunya pengembangan selalu diarahkan pada usaha budidaya yang berbasis sustainable aquaculture”, ujar Slamet.

Slamet menegaskan sesuai dengan arahan Bapak Presiden RI bahwa komoditas udang diharapkan bisa sebagai prioritas produksi perikanan budidaya terhadap perekonomian nasional dengan tetap mengacu pada prinsip produksi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Oleh karenanya Kementerian Kelautan dan Perikanan  (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) menyiapkan strategi peningkatan produksi udang nasional yakni melalui intensifikasi teknologi.

Pemilihan udang juga didasari pertimbangan, salah satunya potensi lahan produktif yang luas yakni sekitar 2,96 juta Ha, saat ini baru termanfaatkan sekitar 0,6 juta.

“Kondisi demikian tentunya menjadi PR kita bersama, bagaimana potensi tesebut dapat lebih dioptimalkan, sehingga produksi udang bisa lebih digenjot secara signifikan”, tegas Slamet.(lif)

Bagikan Artikel

Rekomendasi