Keramaiannya Tak Terkendali, Tiga Fasilitas Publik di Denpasar Ditutup

Minggu, 13 September 2020 : 15.35
Fasilitas publik yang ditutup yakni Lapangan Lumintang, Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung dan Taman Kota Lumintang/ist.

Denpasar - Tiga fasilitas publik di Kota Denpasar Bali kembali ditutup bagi aktivitas masyarakat menyusual semakin tidak terkendalinya keramaian di kawasan tersebut.

Fasilitas publik yang ditutup yakni Lapangan Lumintang, Lapangan Puputan Badung I Gusti Ngurah Made Agung dan Taman Kota Lumintang.

Langkah itu diambil, seiring meningkatnya intensitas penyebaran Covid-19 sehingga semua pihak meningkatkan kewaspadaan. Karenanya, sebagai upaya mencegah terjadinya klaster fasilitas publik, Pemkot Denpasar memutuskan untuk menutup kembali tiga fasilitas publik itu.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai menjelaskan, penularan yang semakin meningkat   terjadi beberapa minggu belakangan ini. Tak hanya di Kota Denpasar, hampir sebagian besar daerah mengalami lonjakan kasus covid 19.

Dikatakan, kasus Covid-19 mengalami lonjakan, untuk itu semua harus lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan, dan untuk sementara waktu, tiga fasilitas publik itu ditutup.

Penutupan tiga fasilitas publik ini dilaksanakan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Hal ini sembari menunggu evaluasi penanganan dan rekomendasi dari GTPP covid 19.

Mengingat kasus penyebaran covid 19 di Kota Denpasar mengalami peningkatan, masyarakat untuk sementara tidak datang ke tiga tempat tersebut, baik untuk berolah raga maupun berekreasi, masyarakat diimbau untuk berolah raga di rumah.

"Masyarakat agar bisa memaklumi demi kebaikan dan kesehatan kita bersama," harap Rai. Pihaknya menambahkan, Pemkot Denpasar terus berkomitmen mendukung bergeraknya perekonomian masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini.

Untuk itu, fasilitas publik yang memungkinkan untuk penerapan disiplin protokol kesehatan masih tetap dibuka. Sehingga tidak semuanya ditutup, melainkan yang memiliki resiko tinggi penularan yang tidak terkendali. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi