Jurnalisnya Alami Doxing, Liputan6.com Siapkan Langkah Hukum

Sabtu, 12 September 2020 : 12.19
ilustrasi/ist

Jakarta - Liputan6.com tengah menyiapkan langkah hukum menyusul tindakan doxing yang menimpa salah seorang jurnalisnya pascapemberitaan terhadap salah satu elit PDI Perjuangan.

Cakrayuri Nuralam, jurnalis Liputan6.com, mengalami doxing atau menyebarluaskan informasi pribadi di jagad maya, karena menulis artikel Cek Fakta terkait anggota Fraksi PDIP DPR RI itu. Pimpinan Redaksi Liputan6.com Irna Gustiawati mengecam keras tindakan teror melalui doxing. 

Dijelaskan, kerja-kerja jurnalistik diatur Undang -Undang Pers No.40 tahun 1999, Kode Etik Jurnalistik, dan Pedoman Pemberitaan Media Siber. 

"Jika ada yang keberatan dengan pemberitaan Liputan6 com, ada banyak mekanisme yang disediakan oleh undang-undang itu," ungkap Irna dalam siaran pers, Sabtu (12/9/2020). 

Wartawan tidak bekerja atas nama pribadinya, melainkan atas nama institusi dan dalam sistem yang dilindungi serta sekaligus patuh pada ketentuan undang-undang pers. 

Lanjut Irna, menjadikan wartawan sebagai sasaran dengan melakukan tindakan kekerasan seperti doxing, bukan saja salah alamat, tapi sangat berbahaya. 

"Karena itu kami akan menempuh jalur hukum untuk merespon tindakan ini," katanya menegaskan. 

Karena doxing adalah bentuk tindakan kekerasan dan jelas sangat berbahaya, apalagi mencantumkan link yang mengarah kepada alamat rumah, foto keluarga, termasuk foto anak bayi sang wartawan, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan materi berita yang ditulis. 

"Dalam kasus ini, pelaku bukan saja mendoxing wartawan kami, tapi juga keluarga, menunjuk alamat rumah, nomor telepon, dan link akun privat yang mengarah ke foto keluarga, termasuk foto sang bayi," tutupnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi