Ini Strategi Bali Hadapi Tantangan Sektor Pariwisata di Tengah Pandemi COVID-19

Rabu, 23 September 2020 : 16.49
Ahli Ekonom Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, M. Setyawan Santoso/Veronica Octaviana

Denpasar - Akibat pandemi COVID-19, kini sektor pariwisata di Bali menghadapi tantangan berat karena semua aktivitas terkait Industri parwisata berada pada titik terendah.

Selama ini, sektor pariwisata memiliki kontribusi yang besar, sehingga Bali mempertahankannya di tengah pandemi COVID-19 ini.

Namun di sisi lain sektor pariwisata memiliki tingkat penyebaran virus yang cukup tinggi. Mau tidak mau Bali tetap harus bisa menghadapi tantangan ini, karena sektor pariwisata yang sudah melekat pada Provinsi Bali.

Ahli Ekonom Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, M. Setyawan Santoso memaparkan beberapa strategi untuk mempertahankan sektor pariwisata di Bali.

Strategi itu diantaranya, penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat, kemudian prioritas selanjutnya sektor pertanian, sektor industri yang ada kaitannya dengan pertanian seperti agro industri.

"Untuk peningkatannya bisa dimasukkan unsur digitalisasi," kata Setyawan dalam perbincangan dengan Kabarnusa.com, Selasa (22/9/2020).

Setyawan juga memaparkan pentingnya protokol kesehatan yang ketat juga dibarengi strategi-strategi, yaitu penerapan daerah-daerah pariwisata secara bertahap.

Menurutnya, tidak semua daerah dibuka, hanya sebagian saja yang sudah siap untuk dibuka. Yang sudah siappun ada sertifikasi kesehatan. Nah, ini merupakan yang istimewa.

"Karena Bali ini jadi percontohan yang bisa menerapkan sertifikasi kesehatan yang baik," katanya menegaskan. Lanjut dia, bagaimana hotel-hotel dan daerah lainnya bisa mendapatkan sertifikasi.

Pembukaan secara bertahap terhadap daerah luar, seperti halnya pada 9 Juli 2020 dibuka secara bertahap untuk beberapa sektor. Pada 31 Juli 2020 dibuka untuk sektor pariwisata petugas BI.

Tidak hanya daerah-daerah yang dibuka secara bertahap, Setyawan menjelaskan akan mengundang tamu juga secara bertahap dengan protokol kesehatan yang terverifikasi dengan baik.

Strategi yang dilakukan saat ini yaitu pemilihan jenis-jenis pariwisata yang memiliki tingkat penularan virus yang rendah, seperti wisata alam, Bali snorkeling, Bali diving dan cagar alam. (ver)

Bagikan Artikel

Rekomendasi