Gubernur Koster Ungkap Pentingnya Kombinasi Metode Pembelajaran Konvensional dan Digital

Jumat, 04 September 2020 : 05.30

Denpasar - Gubernur Bali I Wayan Koster menekankan pentingnya ke depan dalam dunia pendidikan untuk mengkombinasikan antara metode pembelajaran konvensional dengan digital.

Sistem pembelajaran secara daring atau online pada masa pandemi Covid-19 ini, sebetulnya dapat dijadikan momentum bagi dunia pendidikan menuju arah digitalisasi. 

Koster menyatakan hal itu acara penandatanganan MoU dukungan Pendidikan Jarak Jauh antara Pemprov Bali dengan PT Telkomsel melalui Program Merdeka Belajar Jarak Jauh, di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jayasabha, Denpasar, Kamis (3/9/2020).

"Kalau diambil hikmahnya, cara belajar daring ini juga momentum bagus bagi para siswa kita untuk lebih terbiasa memanfaatkan teknologi digital," ujar Koster 

Namun menurut dia, hal itu bukan berarti sepenuhnya harus meninggalkan metode pembelajaran konvensional. Justru ke depan perlu ada kombinasi antara metode pembelajaran konvensional dengan digital.

Bisa lebih efisien, mengurangi biaya, seperti perlengkapan sekolah misalnya. Anak-anak juga saya kira bisa lebih fokus belajar. Namun demikian nantinya harus ada SOP yang jelas mengenai hal ini. 

"Dirancang dan disusun secara permanen. Kasihan anak-anak jika tidak ada panduannya," ungkap Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini. "Provinsi Bali bisa jadi pelopor. Bisa jadi contoh untuk daerah lain," imbuhnya.

Pihaknya pun kemudian mengapresiasi PT Telkomsel yang telah memberikan dukungan bantuan terhadap para siswa di Bali mengikuti pembelajaran secara daring pada masa pandemi. 

Bantuan itu berupa 150 ribu kartu perdana gratis untuk pelajar dengan kuota masing-masing 10 GB yang diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Bali.

 "Saya ucapkan terima kasih, terlebih (paket data, red) ini sangat dibutuhkan para murid. Kita memulai dari bantuan kuota dulu, sebelum nantinya kita buatkan sistem untuk pendidikan di Bali," kata Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Sales Director PT Telkomsel Ririn Widaryani menegaskan bahwa pihaknya komit membantu dunia pendidikan khususnya di Bali. 

"Sesuai pula dengan instruksi pemerintah pusat, dan kami ingin pastikan semua murid, guru, tenaga pengajar lain, menggunakan sarana yang tepat," ujarnya. Program ini menurut dia menyasar hampir sekitar 600 sekolah dari tingkat SMA/SMK hingga SMP sederajat di Bali.

Tahap pertama didistribusikan 150 ribu kartu perdana dengan kuota gratis 10 GB untuk siswa di 600 sekolah di Bali. Kuota ini digunakan untuk mengakses situs-situs pembelajaran dan mendukung belajar daring. 

Mudah-mudahan dengan ini kita bersama mendukung anak terus belajar meskipun belum bisa ke sekolah," harapnya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi